Tips Memilih Knalpot Yang Cocok Buat Riders

0

Hello lagi riders! Kembali bersama Inside Helmet dan kali ini saya ingin membahas topik yang sering kali dibahas di dalam komunitas atau perkumpulan anak-anak motor yaitu tips memilih knalpot yang cocok untuk motor riders!

Tips Memilih Knalpot Motor

Punya motor pasti ingin modifikasi dong? Bohong kalo enggak ada hasrat mau ganti ini itu di motor (walaupun baru hasrat aja lho), karena namanya modifikasi merupakan sebuah kepuasan pribadi di mana motor kita jadi semakin lebih pas dengan selera masing-masing riders.

Salah satu modifikasi yang biasa “wajib” dilakukan oleh para riders adalah mengganti knalpot motor itu sendiri. Nah, dari beberapa jenis knalpot yang ada untuk motor, Inside Helmet ingin membahas tips memilhi knalpot yang cocok untuk riders.

Standard Exhaust / Knalpot Standard

Standard exhaust atau knalpot standard adalah knalpot bawaan pabrik motor. Knalpot jenis ini dirancang oleh pabrikan untuk meredam suara motor (desibel) dan juga memberikan power yang efisien.

Dalam artian, knalpot ini suaranya sangat minim dan penggunaan bensinnya pun pastinya lebih irit jika dibandingkan dengan knalpot modifikasi. Dengan suara yang minim inilah yang juga membuat kita aman dari polisi-polisi yang mengincar knalpot racing.

Jika motor yang riders gunakan adalah motor harian, saya sarankan tetap menggunakan knalpot standard saja untuk menghemat dan juga tidak membuat orang lain risih dengan suara knalpot (apalagi kalo pas lagi pulang ke perumahan).

Slip-On Exhaust

Slip-On Exhaust bisa dibilang knalpot modifikasi yang hanya mengganti bagian muffler saja. Secara power biasanya tidak memberikan efek yang signifikan, tetapi dalam hal suara jelas memberikan perbedaan yang besar.

Tips memilih knalpot

Knalpot ini biasanya digunakan untuk keperluan “mejeng” sehingga motor terlihat lebih keren dan suaranya lebih gahar untuk didengar. Kendalanya hanya motor kita bisa saja kena tilang polisi karena biasanya desibel akan melebihi batas peraturan.

Berkaitan dengan Kebisingan Suara,diatur dala UU No 22 Tahun 2009, Pasal 48 ayat (4) :

Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan peraturan pemerintah. Adapun materi (tingkat kebisingan knalpot motor) yang diatur dalam peraturan menteri /pemerintah tersebut di atas adalah:

≤ 80 cc maksimal 80 dB
< 80-175 cc maksimal 90 dB
< 175 cc maksimal 90 dB

Jadi cocoknya gimana dong untuk knalpot racing slip-on ini? Memang sebenarnya diperuntukkan untuk track day (sirkuit), tapi namanya hasrat memang susah dilawan. Jika riders mau menggunakan knalpot slip-on, sebisa mungkin menjaga attitude riding sehingga tidak membuat kebisingan dan merisihkan orang lain.

Ditambah siap-siap ada resiko ditilang polisi, disita polisi, atau malah dimusnahkan oleh polisi! Karena dengan mengganti knalpot racing, desibel minimal akan menjadi 100db.

Full-System Exhaust

Berbeda dengan knalpot slip-on, full-system exhaust akan mengganti seluruh bagian knalpot dari muffler, pipa, hingga header. Tentunya dengan knalpot full-system, modifikasi ini akan memberikan perubahan yang signifikan di level power dan fuel consumption motor.

Otomatis motor memang akan lebih cepat, tetapi tentunya mengorbankan bensin yang lebih banyak. Dan karena perubahan inilah, biasanya motor injeksi disarankan untuk menggunakan fuel tunning seperti Power Commander.

Power Commander akan bertugas untuk mengatur fuel mapping hingga +250%/-100% untuk mendapatkan setting yang optimal. Walaupun akan tetap lebih boros, tetapi setidaknya komputer injeksi motor dan juga knalpot racing full-system akan bekerja dengan lebih baik dan optimal.

Knalpot full-system ini lebih cocok untuk digunakan motor-motor balap yang membutuhkan performa maksimal. Agak kurang efektif jika digunakan untuk harian, tetapi suara full-system rata-rata memang menjadi “music to the ear”nya para pecinta motor. 🙂

Nah, begitulah riders kurang lebih 3 perbandingan antara knalpot standard, slip-on, dan full-system. Kira-kira kalian lebih memilih yang mana?

Kalo Inside Helmet pastinya buat harian mending pake standard exhaust aja, mencari kebutuhan efisiensi, hemat, dan yang pasti aman dari razia-razia. Beda lagi untuk weekend riding atau lagi track day, itu pastinya menggunakan knalpot yang lebih “asik”. 😛

Berhubung belum pernah riding jauh alias touring, jadi belum bisa nentuin sih enakan mana. Tapi rasanya lebih enak knalpot standard juga, karena terkadang jarak jauh belum tentu pom bensinnya banyak, jadi cari yang paling irit deh!

Untuk konten berikutnya, nanti saya akan coba membahas knalpot branded vs knalpot custom nih, stay tuned aja di blog ini riders! Enjoy and Ride Safely!

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

 

Pria kelahiran 13 Agustus 1990 ini memiliki hobi seputar motor dan juga blogging. Bekerja di dunia digital marketing juga membuat Arvy lebih senang mendalami content marketing. Sekarang ini, Arvy sedang menggunakan Suzuki GSX-R600 tahun 2008 sebagai motor “hobi”nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here