6 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Membeli Motor

0

 

Hello riders, bertemu lagi sama Inside Helmet dan kali ini saya mau coba sedikit sharing tentang tips membeli motor baru ataupun bekas. Namanya hobi motor, terkadang ada yang demen “nyicipin” berbagai motor dan terkadang juga ada yang awet dengan satu motor dalam waktu yang lama sebelum mengganti dengan motor yang lainnya.

Tapi jangan salah, ada juga yang awet banget sama 1 motor sampe enggak ganti-ganti motor. Hal-hal di atas enggak ada yang salah karena itu adalah selera dan keinginan masing-masing.

Yang terkadang menjadi masalah adalah bagaimana seseorang menentukan motor apa yang akan dia beli. Beberapa dari riders pasti ada yang udah mantep dengan spec dan keperluan motor yang diinginkan, tapi mungkin beberapa masih ada yang linglung alias “galau” memikirkan motor apa yang harus dia beli. Di artikel kali ini, saya akan coba bantu dengan sharing hal-hal yang mungkin bisa membantu riders dalam membeli motor baru atau bekas. Jadi, apa saja yang perlu diperhatikan dalam membeli motor?

Tipe Motor Yang Sedang Dibutuhkan atau Diinginkan

Riders mungkin awalnya bingung memilih jenis motor apa yang cocok atau pas untuk dibeli. Sebenarnya untuk tipe motornya selalu kembali ke selera riders masing-masing, karena dari tipe motor itulah yang nantinya membuat riders merasa nyaman riding. Bisa dari style-nya, bisa juga dari komunitasnya, dan bisa juga dari fitur-fiturnya.

Tapi, biasanya juga orang-orang juga akan bertanya “Emangnya mau beli motor yang digunakan untuk apa?” Apakah untuk commuting / harian atau digunakan untuk hobi saja seperti weekend riding, balapan di sirkuit, atau untuk apa (mungkin koleksi)?

Untuk harian biasanya riders lebih memilih motor-motor scooter / matic, moped / bebek, atau motor naked / street bike (biasanya motor CC kecil) dengan alasan motor-motor ini nyaman digunakan harian apalagi di jalan yang macetnya seperti Jakarta. Posisi duduk dan juga power yang tidak terlalu besar lebih cocok digunakan untuk motor harian (yang biaya perawatan pun murah dan mudah).

Untuk yang motornya dipakai untuk weekend riding atau muter-muter di sirkuit saja, banyak juga yang memilih tipe motor seperti sportsbike, naked / street bike, atau moge-moge semacam Harley Davidson dikarenakan jalanan yang lebih sepi dibandingkan hari-hari biasa membuat mengendarai motor tipe ini (dan biasanya CC lebih besar) terasa nyaman dan seru!

Motor apapun bisa digunakan sebagai hobi

Sayang juga kan motor mahal-mahal (udah pajak motor mahal pula) tapi dipakai harian yang di sana sini macet… Tapi enggak ada salahanya juga kalo mau menggunakan motor matic / bebek, karena yang terpenting adalah experience in riding-nya.

Fitur Yang Ditawarkan Dari Motor Tersebut

Agak menyangkut juga dengan point yang pertama, fitur-fitur yang ditawarkan motor juga bisa menjadi bahan pertimbangan riders saat memilih motor. Bacalah spec motor-motor yang sudah riders lirik dan lihatlah fitur-fitur yang ditawarkan apakah sudah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan riders pada suatu motor?

Apakah fitur yang belum ada akan menjadi cost yang lebih mahal jika ditambahkan sendiri? Beberapa contoh tipe fitur yang ada di beberapa motor adalah seperti Idling Stop, bagasi yang besar, handlebar underyoke, 1 silinder, 2 silinder, 3 silinder, 4 silinder? Mungkin perlu slipper clutch, quickshifter, cruise control, throttle control, launch control, atau fitur lainnya yang menurut riders berguna dan cocok dengan riding style masing-masing?

 

Harga dan Sistem Leasing Yang Ditawarkan

Nah, ini adalah salah satu yang cukup penting adalah mempertimbangkan harga motor tersebut dan jika memungkinkan sistem leasing yang ditawarkan oleh pihak dealer motor. Karena sebenarnya, semua akan kembali lagi ke budget yang riders siap keluarkan untuk membeli motor.

Semakin besar dan canggih fitur motor yang kita inginkan, pastinya juga semakin tinggi harga yang harus dikeluarkan. Dan beda perusahaan leasing menyediakan sistem dan syarat yang berbeda juga kepada pelanggan-pelanggannya. Apakah DP yang dikeluarkan sesuai dengan budget sekarang ini? Apakah bulanannya dapat dibayarkan tanpa masalah?

Rekomendasi penghitungan pembayaran bulanan adalah maksimal 1/3 dari penghasilan yang riders terima. Jadi misalkan riders menghasilkan Rp6,000,000 per bulan, riders bisa mengambil motor dengan bulanan leasing sebesar maksimal Rp2,000,000.

Karena harus diingat juga, jangan sampai semua uang riders habis dipakai untuk membiayai leasing motor, karena hal-hal seperti biaya hidup (makan, tempat tinggal, sampe bensin itu motor), biaya tidak terduga (amit-amit seperti sakit, atau reparasi motor itu sendiri), dan biaya lainnya (seperti pulsa, biaya sekolah anak, dll) itu masih harus diperhatikan dengan baik.

Review Dari Beberapa Narasumber

Kalo riders masih agak bingung dan bimbang dengan beberapa motor pilihan di luar sana, mungkin cara berikut ini bisa membantu riders lebih memantapkan pilih. Coba bertanya dimulai dari temen-temen riders yang cukup mengerti dengan motor yang riders inginkan, lebih baik lagi tanya ke temen riders yang menggunakan motor tersebut. Tanyakan plus dan minus tentang motor itu, sehingga riders bisa tau lebih dalam lagi dibandingkan hanya melihat deskripsi product dan video promosi dari motor tersebut.

Jika tidak ada temen yang menggunakan atau tau tentang motor yang sedang riders incar, cobalah mencari artikel review di Internet. Pesan saya cuma 1, jangan menjadikan review orang lain menjadi patokan nomor 1 dalam membeli motor, karena pendapat masing-masing orang pun bisa berbeda (seperti saat beberapa riders berkomentar mengapa saya ambil Honda CBR250R dibanding Kawasaki Ninja250R waktu itu). Yang paling penting adalah pendapat dan keyakinan dari diri sendiri juga nantinya riders!

Komunitas motor sebagai sumber ilmu dunia motor

 

Kondisi Motor dan Surat-Surat (Jika Secondhand)

Khusus untuk riders yang pengen beli motor secondhand /bekas, jangan lupa untuk mengecek kondisi motor yang akan dibeli. Saya rekomendasikan kalo mau liat motor second itu jangan malam-malam, karena sudah gelap dan sulit untuk melihat dengan jelas detail-detail motor tersebut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah

  • Apakah yang ditawarkan di iklan sesuai dengan yang kita lihat?
  • Seberapa parah kerusakan pada bodi dan mesin jika ada?
  • Apakah suara mesin halus (bisa dites dengan menutup lubang knalpot dengan alas kaki dan dengarkan suara mesinnya)?
  • Apa spare part original masih ada jika motor itu dimodifikasi?
  • Cek kondisi ban motornya apakah sudah mulai botak dan terlalu tua?
  • Cek juga soal kelistrikannya apakah berjalan dengan baik (dari lampu hingga fitur-fitur yang menggunakan listrik)?
  • Apa rantai motor dalam keadaan baik (tidak karatan)
  • Dan juga jangan lupa cek kelengkapan dan kebenaran surat-surat motor itu.

Pastikan nomor rangka dan nomor mesin yang ada di motor sama persis dengan yang ada di STNK, BPKB, dan Faktur (jika ada). Cek juga apakah pajak motor itu hidup atau mati (jika sudah mati, berapa lama STNK itu tidak diperpanjang — karena nanti riders juga yang akan perpanjang), dan yang terakir mintalah kuitansi atau tanda transaksi yang ditanda-tanganin di atas materai karena ini akan diperlukan saat riders akan melakukan balik nama pada BPKB dan STNK.

Semua faktor-faktor di atas bisa dijadikan pertimbangan negosiasi riders dengan penjual. Jika memang kondisi barang dan harga sudah sesuai, kenapa tidak? 🙂

Pajak Tahunan Motor

Yang terakhir dari bagian tips membeli motor baru atau bekas oleh Inside Helmet adalah tentang pajak tahunan motor. Jika STNK motor itu tersebut hidup dan riders ingin memperpanjangangnya saat waktu yang sudah ditentukan, pastikan riders tau terlebih dahulu tentang nominal yang riders harus bayar di kasir perpanjangan STNK nanti.

Beda jenis dan tahun pembuatan motor mempengaruhi berapa yang riders harus bayar setiap tahunnya. Harga pajak tahunan STNK Honda CBR250R 2011 waktu tahun 2014 kemarin seharga Rp600,000, dan tahun ini sekitar Rp400,000 (tertera di STNK).

Semakin tua motor, nominal pajak tahunan pun semakin mengecil. Iseng-iseng nanya di kasir waktu itu, tertanya harga jual motor riders itu mempengaruhi pajak yang harus dibayarkan lho! Pastikan riders memiliki budget yang cukup untuk memperpanjang STNK setiap tahunnya agar tidak kaget juga saat harus memperpanjang STNK nantinya.

  • Untuk pajak motor bebek dan motor matic, biasanya berkisar Rp200,000 – Rp400,000
  • Untuk pajak motor sport 150-250cc, biasanya berkisar Rp500,000 – Rp2,000,000
  • Untuk pajak motor besar (moge), biasanya berkisar Rp3,000,000 – Rp10,000,000
Pajak moge mahal
Hayo dipilih yang mana. Yang pasti pajak kedua motor ini udah jutaan!

 

Nah, gimana riders tips-tips membeli motor dari Inside Helmet. Semoga bermanfaat untuk yang masih galau mau beli motor yang mana ya! Intinya dalam membeli motor adalah motor itu sesuai selera dan juga kemampuan riders. Dan yang terpenting nantinya riders bisa enjoy riding motor itu! Silakan berikan komentar jika ada yang ingin ditambahkan di artikel ini, dan jangan lupa share info ini di social media riders! Enjoy and Ride Safely!

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here