Kebiasaan Penting / Riding Habit Agar Terhindar Dari Kecelakaan Motor

2

Okeh riders, berhubung kemarin abis jato naik Vario 2012 (sedih), mungkin saat yang tepat juga kita ngomongin tentang safety riding nih. Kali ini topik safety ridingnya bukan tentang apa yang harus kita gunakan untuk selalu aman seperti pentingnya menggunakan helm atau sarung tangan (yang kemarin bener-bener ngelindungin tangan!) dan juga aparel motor lainnya.

Melainkan, kali ini safety riding yang Inside Helmet mau bahas lebih ke riding habit yang bisa riders biasakan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi agak berbeda dengan apa yang Inside Helmet pernah tulis sebelumnya tentang tips menghindari kecelakaan bermotor.

Riding Attitude Tips

Jujur saja, rata-rata kecelakaan itu terjadi juga bukan karena kita yang lengah atau ugal di jalan, tetapi bisa juga terjadi karena pihak lain yang kurang berhati-hati sehingga mencelakai pengguna jalan lainnya.

Nah biar riders selalu aman, yuk kita bahas satu per satu sifat penting atau riding habit yang bisa riders mulai biasakan nih biar meningkatkan keamanan berkendara!

Jangan Ngerem (Pakem) Saat Belokan

Ini seringkali terjadi di saat riders sedang mau belok / cornering. Entah karena kaget ada orang nyebrang tiba-tiba atau memang merasa terlalu kencang, rata-rata riders akan reflek dan melakukan pengereman dan biasanya rem yang pakem.

Tetapi dengan melakukan pengereman saat motor sedang berbelok justru dapat membuat riders dan motornya terjatuh, apalagi saat sedang belok dan tiba-tiba menggunakan rem depan, bisa-bisa riders jadi low-side!

Ini bisa terjadi karena saat belok dan melakukan braking, bagian depan motor diberikan beban yang lebih berat sehingga ban pun “kaget” dan kehilangan traction. Resiko jatuh pun meningkat drastis jika permukaan jalan ada air, pasir, atau oli.

Tentunya nggak mau kayak video di atas kan? Sebisa mungkin, lakukan pengereman sebelum riders masuk ke dalam belokan atau tikungan. Saat belokan, lakukan kontrol pada gas sehingga tidak terlalu pelan juga.

Kenapa begitu? Karena hukum gravitasi tentunya. Ini yang membuat motor dapat berbelok dengan stabil juga karena adanya kecepatan minimum. Tetapi jika memang terpaksa harus mengerem, gunakanlah rem belakang dan hindari rem depan, karena dengan menggunakan rem depan, dapat mengganggu traction dan juga menyembabkan motor tegak.

Ingat, biasakan lakukan rem sebelum masuk ke belokan! Jika diharuskan, gunakan rem dengan bijak.

Jalan Kosong? Wets! Liat Sikon Dulu Jangan Main Ngebut

Mengendarai motor dengan kencang memang menyenangkan, walaupun kita tau bahwa itu berbahaya. Tetapi mungkin sudah menjadi darah daging beberapa riders yang ingin merasakan kecepatan tinggi dengan  motor kesayangannya. “Ngetes bro” mungkin udah sering kita denger dari temen-temen kita yang speedfreak. 😛

Tapi namanya juga tinggal di Indonesia, motor belum bisa nih masuk jalan tol! Jadinya motor apa pun itu segede apa pun itu harus lewat jalur biasa yang pada umumnya sempit dan macet.

Namun kadang-kadang, saat jalan biasa lagi kosong, pasti ada “bisikan  setan” yang ngajak kita untuk narik gas pol! Nah ini yang bisa jadi berbahaya juga riders, asumsi bahwa tidak akan ada apapun yang tiba-tiba muncul.

Sorry to say, tapi mayoritas masyarakat Indonesia rata-rata masih kurang sadar akan pentingnya keamanan di jalan raya. Entah itu pejalan kaki atau pengguna transportasi lainnya bisa menjadi resiko kecelakaan bagi riders.

Karena bisa saja, saat riders jalan di jalanan yang sepi ini, tiba-tiba ada orang nyebrang, atau motor nyebrang, atau malah mobil nyebrang tanpa berhenti melihat kanan kiri terlebih dahulu. Parahnya uda tau ada kendaraan lagi jalan, dia kita “Ah masih jauh” dan dipaksa jalan. Ini sering sekali terjadi dan menyebabkan beberapa kecelakaan.

GSXR-600 K8 Tabrakan di Lombok
Duh… Source: Imotorium

Akhir-akhir ini pun kita sempat mendengar kabar duka dari komunitas moge Big Bike Lovers (BBL), di mana salah satu ridernya akhirnya dipanggil oleh Tuhan untuk pulang ke Rumahnya. Sedih banget mendengarnya, tapi ini pastinya menjadi pelajaran bagi kita semua.

Ini penting sekali terutama kalo riders belom paham betul dengan daerah yang sedang kalian lewati. Belum paham ada puter balik di mana, jalan masuk dari mana, atau kebiasaan orang-orang di sana seperti apa. Tapi walaupun sudah paham, tetap harus fokus 200% dan jaga emosi waktu riding.

Ngebut emang asik bro, tapi lebih asik kalo sampe di tempat tujuan utuh tanpa kurang suatu apapun. 😉

Ingat, jaga emosi saat riding!

Jangan Terlalu Lama di Belakang Kendaraan Orang Lain

Nah kalo hal ini, udah beberapa kali Inside Helmet alami, bahkan pernah sempat kecelakaan waktu naik si Beber Honda CBR250R! Bisa riders baca konten tersebut untuk tau lebih jelas kenapa sih kita tidak boleh ngebiasaan untuk berada di belakang kendaraan lain terlalu lama.

Yang pasti kita harus menjaga jarak dan siap-siap refleks kalo tiba-tiba kendaraan di depan melakukan gerakan tiba-tiba seperti rem mendadak.

Ingat, jaga jarak dan siap siaga!

Serius Deh. Jangan Texting Saat Riding!

Mungkin untuk pengguna motor kopling, godaan untuk menggunakan handphone saat berkendara sangatlah kecil karena kedua tangan sibuk untuk mengendarai motor.

Tapi berbeda jauh dengan motor tanpa kopling seperti motor bebek (tanpa kopling) apalagi motor matic (scooter). Kenapa? Karena basically 1 tangan sedikit nganggur sih sebenernya, jadi ada aja godaan yang dateng buat ngecek hape, sms, atau telepon.

Ini bukan hal yang jarang, tapi sering banget kejadian dan bisa keliatan hampir tiap hari Inside Helmet pulang pergi berangkat kerja. Pasti ada aja orang main hape waktu naik motor. Mending berenti dulu, lah ini sambil jalan kepalanya naik turun liat hape liat jalan.

Source: Flickr
Source: Flickr

Ini jelas sangat berbahaya, tidak untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Kalo tiba-tiba nyundul orang lain pas lagi nggak konsen gimana dong? Pastinya riders disalahkan.

Kalo penting banget dan harus direspons segera, carilah terlebih dahulu tempat berhenti lalu cek hape riders. Tapi berhenti juga jangan jadi nyusahin orang lain yaa, mungkin riders bisa berhenti bentar di Indomaret.

Ingat, don’t text while riding (and driving too!)

Lagi Bete, Marah, atau Sedih. Kalemin Dulu Baru Riding Lagi

Waktu itu sempet baca artikel yang menarik, menjelaskan bahwa emosi (negatif) yang sedang kita alami itu sangat berpengaruh pada  kendaraan kita. Sayangnya lupa artikelnya di mana, dan nemunya artikel dari DMV.org yang menjelaskan bagaimana perasaan emosi dapat mempengaruhi cara berkendara.

Namanya hidup kadang senang kadang sedih, rasanya itu udah basic banget dan di blog motor ini enggak perlu dibahas banget tentang kehidupan lah ya. 😛

Tetapi yang perlu kita bahas di sini adalah, sebenarnya tanpa kita sadari, perasaan atau emosi yang sedang kita alami sekarang ini akan sangat berpengaruh pada cara kita mengendarai motor kita (ataupun mobil juga).

Source: Giphy
Source: Giphy

Lho? Emangnya efek apa aja yang bisa terjadi pada riding kalo perasaan kita sedang negatif seperti marah, bete, sedih, depresi, stres, ketakutan, dan lain-lain?

  1. Mengganggu kemampuan observasi pada lingkungan dan kemampuan bereaksi pada situasi
  2. Mengurangi kemampuan mendeteksi resiko-resiko seperti kerikil, oli, atau seperti kendaraan lain yang berhenti / muncul mendadak
  3. Menjadi tidak jeli untuk membaca prediksi ke mana pengguna jalan lain akan pergi
  4. Dapat meningkatkan kemungkinan riders menjadi “ugal” di jalan seperti motong kendaraan lain atau malah speeding
  5. Sampai pada akhirnya juga dapat membuat riders menjadi cepat marah dan beresiko menyebabkan perselisihan di jalan

Nah, kalo riders udah mulai ngerasain hal-hal seperti ini nih, mendingan berhenti dulu sejenak. Bebas, mau cari tempat nongkrong, atau mini-market, atau sekedar duduk di atas motor kesayangan, tapi yang pasti tenangkan dulu diri riders sebelum melanjutkan perjalanan.

Kalem, kalem, kalem… Sampe dulu dengan selamet itu yang penting.

Kebiasaan Riding Yang Baik Akan Menyelamatkan Kalian dan Orang Lain

Dengan adanya awareness dengan hal-hal yang Inside Helmet sebutkan di atas, tentunya ini bisa mengurangi banyaknya kecelakaan yang terjadi karena kurang pekanya terhadap kesadaran berlalu lintas.

Habit atau sikap kebiasaan riding itu penting sekali untuk riders miliki sehingga sewaktu kita riding pun, tidak terjadi lah apapun yang tidak diinginkan. Kecelakaan memang terkadang tidak dapat disangka, tetapi berjaga-jaga dengan sikap yang baik pastinya dapat mengurangi resiko kecelakaan tersebut.

Lantas, saat terjadi kecelakaan (amit-amit ya) walau udah ikutin saran di atas gimana? Yang pasti tetap tenang, cek diri sendiri dan pengendara/penumpang lainnya, dan komunikasikan lah dengan baik (tanpa perlu marah-marah).

Kesel? Pasti. Waktu saya tabrakan sama mobil box yang “lupa mau belok kiri jadi rem mendadak” pun kesel gondok setengah mati. Apalagi itu supir (yang nggak punya KTP SIM STNK) pada akhirnya kabur dan enggak mau ganti rugi.

Tetapi itu jadi pelajaran berharga banget yang bisa Inside Helmet share juga di sini buat para riders yang hobi baca Inside Helmet ya. 😛

Gimana menurut kalian riders? Apakah ada riding habit yang penting untuk dimiliki oleh para riders juga? Yuk dishare dikomen dan Inside Helmet bisa masukin juga konten kalian ke sini! Enjoy and Ride Safely!

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

"Ride Outside, Write Insight" Pria kelahiran 13 Agustus 1990 ini memiliki hobi seputar motor dan juga blogging. Bekerja di dunia digital marketing juga membuat Arvy lebih senang mendalami content marketing. Sekarang ini, Arvy sedang menggunakan Suzuki GSX-R600 tahun 2008 sebagai motor "hobi"nya.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here