Test Ride & Review Suzuki GSX-R600 2008 Alias si K8!

8

Review Suzuki GSX-R600 2008 K8 Indonesia

Hello riders, selama 4 tahun lebih riding bareng sama si Beber, Honda CBR250R, akhirnya ada waktu di mana kita harus berpisah. Sedih sih ngelepasinnya, tapi namanya juga sudah waktunya dijual. Alasannya dijual pun juga biar di rumah enggak banyak-banyak ada motor. ­čśÇ

Kenapa di rumah bisa banyak motor, karena udah ada si Vario 125 dan yang terbaru (walau motor enggak baru-baru amat) yaitu Suzuki GSX-R600! Wohoo! Akhirnya naik kelas juga dari 250cc ke 600cc, dan kali ini saya akan memberikan review Suzuki GSX-R600 2008 ini.

Kalo untuk motornya sendiri sih, sudah sekitar dari bulan April terparkir di rumah dan kebetulan ini ambil di RnJ Motorsport yang cukup terkenal di kalangan pecinta motor 250cc ke atas. Dan biar jalan-jalan aman dan tenang, Suzuki GSX-R600 yang saya ambil ini memiliki surat-surat lengkap alias Full Paper Bike. Ok yuk langsung kita simak beberapa point yang Inside Helmet dapatkan dari ngereview Gixxer Bike satu ini:

Bentuk Yang Unik dan Warna Yang Cerah Menjadi Kepuasan Mata Tersendiri

Warna biru putih Suzuki GSX-R600 K8

Semakin lama semakin diperhatikan, bentuk motor Suzuki GSX-R600 ini adalah bentuk motor yang cukup unik di kalangan kelas 600cc lainnya seperti Honda CBR600RR, Kawasaki ZX6R, dan Yamaha R6. Dari bodynya sendiri, sebenarnya agak tergolong ramping jika dibandingkan waktu saya test ride Ninja ZX6R 636 waktu itu.

Lampu depan model K8 yang agak melebar ini juga terbentuk seperti paruh burung jika dilihat dari samping, berbeda juga tipe lampu motor-motor lainnya. Jika dilihat dari belakang pun, lampu rem dan lampu sein yang menyatu di body belakang adalah sebuah ciri khas yang juga unik dari motor Suzuki GSX-R tersebut.

Warna dari motor ini pun terlihat terang dan jernih, dengan kombinasi warna biru dengan warna putih membuat Suzuki GSX-R600 K8 terkesan fresh dan mulus seperti kesan yang juga didapatkan dari motor-motor Ducati berwarna merah.

Tarikan Mid Power Suzuki GSX-R600 Juga Menjadi Keunikan Supersport ini Tersendiri

Dikarenakan mesin motor kelas 600cc memiliki horse power untuk tenaga top-end yang lebih besar, hal ini biasanya mengorbankan tarikan pada tenaga bawah dan tengah (low & mid-range performance). Namun, dengan adanya pengembangan mesin di tahun 2008, Suzuki GSX-R600 K8 diproduksi untuk memiliki mid-range power yang lebih tinggi dibandingkan kompetitornya.

Walaupun pada mid-range power motor ini terasa sangat powerful, sayangnya tarikan bawah (low-range power) ini terasa lemah. Ini dapat dirasakan saat test ride jika saya mulai menarik gas K8 dan akan terasa agak berat dan tertahan. Tapi jika sudah mencapai mid-power, kekuatan Suzuki GSX-R600 baru mulai bisa dikagumi.

Walaupun begitu, engine Suzuki GSX-R600 (dari tahun ke tahun) memiliki suara yang begitu khas, dan motor ini jika mulai memasuki mid-range power akan terdengar sangat berbeda dengan motor-motor 4 silinder lainnya (seperti suara turbo/jet yang dapat riders coba dengarkan di video di bawah ini).

Selain itu, Gixxer bike satu ini juga memiliki fitur Drive Mode Selector yang merupakan pilihan mode riding yang dibagi menjadi 3 level, yaitu A (full-power), B (softer-power), dan C (low-power). Biasanya, untuk riding santai di dalam kota bisa menggunakan power level C atau B jika jalanan yang dilalui agak sepi. Dan untuk power A sendiri akan mulai terasa berguna jika digunakan di sirkuit.

Walaupun Kencang, Tetap Stabil Dengan Steering Damper

Foto-foto Sunmori Suzuki GSXR-600

Yang cukup dirasakan perubahannya saat naik kelas dari 250cc ke 600cc adalah torsi dan juga kecepatannya. Tetapi dengan perbandingan yang cukup besar ini, Suzuki GSX-R600 tahun 2008 tetap dapat dibawa dengan seimbang dikarenakan memiliki steering damper elektronik yang membantu menyeimbangkan motor tersebut.

Malah, saking stabilnya berkendara dengan electronic steering damper di kecepatan tinggi, sering kali membuat saya sampai tidak sadar bila sudah mencapai kecepatan yang cukup tinggi. Fitur penyeimbang ini yang membuat riding tidak terasa banyak getaran dan goyangan seperti yang saya rasakan di saat melakukan review kelas 250cc ataupun motor 600cc lainnya.

Tentunya ini juga berpengaruh pada safety riding, karena pengereman pun tentunya akan berjalan lebih mulus dan lebih stabil walaupun harus memperlambat dari kecepatan yang tinggi seperti di sirkuit. Dan selain steering damper, Suzuki GSX-R600 2008 juga sudah dilengkapi dengan slipper clutch!

Posisi Riding Menungging Ala Sportbike, Tetapi Footpeg Tidak Terasa Ala Sportbike

Posisi Riding Suzuki GSX-R600 Tahun 2008

Karena jarak dari tempat duduk ke handle bar (underyoke pula) lebih jauh dari motor 250cc, riding motor Suzuki GSX-R600 menjadi lebih menungging dibandingkan waktu membawa Honda CBR250R. Inside Helmet sendiri jadinya belum terbiasa dengan posisi duduk seperti ini dan badan malah terasa cepat pegal (terutama bagian tangan) saat riding dengan motor ini.

Walaupun begitu, footpeg atau injakan kaki untuk pengendara motor tidak terlalu tinggi sehingga membuat riding yang menungging ini lebih terbantu jika dibandingkan dengan motor-motor 600cc lainnya. Tetapi tentunya footpeg yang tidak terlalu tinggi ini harus diganti dengan footpeg racing yang lebih tinggi jika ingin membawanya di sirkuit.

Posisi saat membawa penumpang pun jadi┬álebih melelahkan jika belum terbiasa, karena posisi duduk penumpang juga menjadi lebih menungging dan memberikan berat yang lebih pada ridernya. Salah satu trik yang dapat digunakan untuk meringkankan beban tersebut adalah untuk penumpang menjepitkan kedua lututnya ke pinggang┬áriders sehingga tangan atau badan tidak terlalu mendorong bagian belakang pengendara motornya. ­čśÇ

Walaupun Bodi & Lampu Belakang Unik, Ini Sedikit Jadi Problem

Seperti yang terlihat dari foto-foto Inside Helmet (dan juga mungkin di foto lainnya), bodi di bagian belakang Suzuki GSX-R600 ini bisa dibilang unik. Kenapa begitu? Karena lampu sein dan lampu rem digabung di 1 tempat (integrated rear lamp), maka secara bentuk harus mengikuti kebutuhan tersebut.

Alhasil, walaupun bagian depannya ramping, bodi di bagian belakang motor ini melebar tidak seperti motor-motor lain di tahun 2008 lainnya yang mulai ramping seperti Kawasaki ZX-6R atau Yamaha R6.

Cara menghilangkan baret pada motor

Hasil dari bodi yang agak melebar ini apa? Tentunya sering secara tidak sengaja ketendang saat rider ataupun penumpang naik ke motor. Khususnya buat naik GSX ini, saat naik ataupun turun dari motor alangkah baiknya lihat-lihat ke belakang, atau enggak ntar baret!

Secara Keseluruhan, Review Suzuki GSX-R600 2008 Ini Membuat Saya Puas

Test RIde GSXR600, seru!

Mengganti motor untuk naik kelas ke supersport 600cc tentunya memiliki pemikiran tersendiri, karena di antaranya adalah dari harga motor itu sendiri yang di Indonesia lebih mahal jauh daripada di Amerika atau Eropa, harga perawatannya juga lebih mahal karena untuk oli sendiri saja menggunakan 3-4 botol oli, dan juga riding position yang harus siap pegal-pegal kalo riding di Jakarta.

Tetapi, semua itu terbayarkan dengan performa dan juga suara 4 silinder yang memang enggak bohong enaknyanya┬ádan┬ákalo┬ámotor ini sudah Circuit Ready, pastinya juga bakalan bikin pengalaman sirkuit yang lebih seru lagi dibandingkan sebelum-sebelumnya Kalo sebelumnya cuma ngerasain max 160kmph dengan Honda CBR250R, kali ini pasti bisa lebih dari 200kmph pada track lurusan! ­čśÇ

rocket doge animated GIF

Keuntungan lainnya menggunakan 600cc juga tentunya mendapatkan tempat parkir khusus di beberapa tempat seperti pada mall Senayan City, FX Senayan, Mall Kelapa Gading, Kota Kasablanka, dan masih banyak tempat-tempat lainnya. Biasanya tempat parkir ini berada di lobby sehingga tidak perlu berjalan jauh dari tempat parkir motor ke mall itu sendiri.

Nah, begitulah riders review motor supersport Suzuki GSX-R600 2008 (K8) ini. Perjalanan masih panjang dengan motor Gixxer ini, dan semoga akan semakin menyenangkan lagi ke depannya! Perjalanan sudah dilakukan 4 tahun bersama si Beber, namun kali ini harus berpisah dan bertemu dengan tantangan yang lebih besar lagi. Seperti biasa, enjoy and ride safely!

P.S.: Si GSX belom ada namanya nih. Hahaha. ­čśŤ

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

REVIEW OVERVIEW
Riding dan Ergonomi
Mesin dan Power
Build Quality
Konsumsi BBM
FItur dan Elektronik
Harga Motor

“Ride Outside, Write Insight”

Pria kelahiran 13 Agustus 1990 ini memiliki hobi seputar motor dan juga blogging. Bekerja di dunia digital marketing juga membuat Arvy lebih senang mendalami content marketing. Sekarang ini, Arvy sedang menggunakan Suzuki GSX-R600 tahun 2008 sebagai motor “hobi”nya.

8 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here