Test Ride & Review Kawasaki ZX-10R 2015 Indonesia

0

Kembali lagi riders! Setelah absen posting yang cukup lama karena kerjaan yang lagi banyak banget (sampe mimisan mulu tiap hari), akhirnya Inside Helmet kembali menulis dengan topik review Kawasaki ZX-10R 2015! Motor ini kebetulan bukan punya saya, tetapi milik bro Didi yang baru Inside Helmet kenal beberapa hari belakangan.

Sedikit cerita tentang bro Didi, kebetulan waktu itu lagi riding sendirian bawa si Suzuki GSX-R600 ke Panahan Senayan untuk ngeliat-liat motor. Setelah parkir di sana, datanglah bro Didi dan bro Dedi dengan Kawasaki ZX-10R dan MV Agusta Dragster 800nya. Kenalan deh abis itu! Emang dunia roda dua ini bisa memperluas pertemanan dengan cara yang unik ya.

Review Kawasaki ZX-10R 2015 Indonesia

Singkat cerita, bro Didi mengizinkan Inside Helmet untuk test ride motornya yang Kawasaki ZX-10R sekalian ingin merasakan apa yang dirasakan bro Didi saat berkata bahwa “motor ini ngangkat terus depannya” alias wheelie wheelie. Haha.

Untuk kali ini, karena tidak enak juga meminjam motor bro Didi, Inside Helmet hanya bisa melakukan quick review Kawasaki ZX-10R 2015, alias tidak akan in-depth seperti review Suzuki GSX-R600 sebelumnya.

Warna Hitam Garang dan Bentuk Yang Sporty Abis

Design motor Kawasaki memang sudah dikenal dengan bentuk dual headlamp yang cukup tajam dan sporty seperti yang dapat dilihat dari product linenya yaitu Ninja 250R Injeksi, ZX-636, hingga ZX-10R itu sendiri. Makanya, banyak yang langsung jatuh cinta dengan design motor tersebut, tidak seperti model Suzuki GSX-R yang bisa dibilang “unik” dengan cara tersendiri.

Bentuk motor inilah yang memberikan fungsi aerodinamis yang baik ditambah dengan berat motor yang begitu enteng (bisa dibilang Kawasaki ZX-10R 2015 lebih enteng dari Suzuki GSX-R600 2008!) sehingga walau dibilang kapasitas mesinnya 1,000cc, tapi sangat enteng dan mudah untuk dikendalikan. Mungkin ini juga kenapa pas dibawa kencang di gigi 2 atau 3, ban depan sering banget ngangkat alias power wheelie!

Headlamp Kawasaki ZX-10R 2015

Tetapi, untuk secara personal dari Inside Helmet sendiri agak kurang sreg untuk melihat bagian belakang Kawasaki ZX-10R tersebut. Berbeda dengan model ZX-636nya yang runcing di belakang, bagian ZX-10R malah terlihat agak kotak.

Lain hal, jika riders melihat bagian speedmeternya dan cockpitnya, inilah yang membuat riders jatuh hati kepadanya. Gauge cluster LED ZX-10R sangat berbeda dengan motor-motor lainnya, karena lampu LED tersebut menjulur sepanjang speedometer dan tampilannya akan sangat menarik saat kita riding.

Tarikan Awal Yang Ngejambak dan Kecepatan Luar Biasa

Mungkin ini juga yang dinamakan liter bike (motor 1,000cc) kali ya, emang udah kodratnya jadi motor yang kencang. 😛 Dari tarikan awal, Kawasaki ZX-10R tentunya membuat rider yang membawanya “terjambak” jika tidak dipadu dengan posisi riding yang menunduk. Karena terbiasa dengan power yang forgiving dari Suzuki GSX-R600, agak kaget ketika mencoba menarik ZX-10R dari gigi 1.

Kecepatan tinggi pun tidak harus menunggu sampai gigi 6. Mungkin kalo dites di track lurus di Sentul, bisa jadi tidak sampai gigi 6, karena hanya dengan gigi 1 pun sudah bisa mencapai kecepatan lebih dari 100-120kmph. Top speednya sudah pasti bisa lebih dari 300kmph! (walaupun di speedometer akan mentok di 299kmph)

Nah kalo udah begini, mungkin ini yang menjadi kekurangan memiliki motor berkapasitas 1,000cc seperti di kota Jakarta. Dengan kondisi jalan dan lalu lintas yang cukup ramai ini, rasanya jika menggunakan Kawasaki ZX-10R mentok-mentok hanya di gigi 3 atau 4 saja. Dan tentu jadinya tidak akan terasa berbeda jika membawa motor 600cc.

Tambahan lainnya tentunya ZX-10R 2015 kali ini dilengkapi dengan traction control yang dapat membantu riders menyesuaikan traction pada motor tersebut. Tapi saat ngetes, walau traction control sudah mentok, tetep aja tuh ngangkat ban depannya. Haha. 😀

Kalo bicara suara motor, dengan mesin 4 silinder dan knalpot full-system Akrapovic yang digunakan di motor ZX-10R bro Didi ini, suaranya sangat garing dan cukup “berisik” kalo ditarik kencang. Mungkin berbeda dengan suara full-system GSX-R600 Inside Helmet yang tetep ngebass dan mendem. 🙁

Konsumsi BBM Yang Cukup Liar dan Keanehan Dengan Shell V-Power

Dengan kapasitas mesin sebesar ini, rasanya cukup normal jika kita mengatakan Kawasaki ZX-10R itu adalah motor yang boros. Apalagi jika ditambah dengan knalpot Akrapovic full-system yang terpasang di motor bro Didi tersebut.

Kapasitas tangki bensin ZX-10R adalah 17 liter, di mana tidak jauh berbeda dengan motor 600cc lainnya. Dan dengan kapasitas mesin yang besar tentunya memerlukan tenaga yang lebih besar, dan alias dengan kapasitas 17 liter ini tentunya bisa lebih cepat habis dibandingnya motor 600cc atau 800cc sekalipun.

Test Ride & Review Kawasaki ZX-10R 2015

Satu keanehan yang terjadi saat diisi bensin Shell V-Power (yang sebelumnya menggunakan Shell Super) adalah pembuangan yang menjadi kurang efektif terdengar dari suara “brebet-brebet” saat kecepatan turun dari RPM tinggi. Tapi ya, kemungkinan besar ini adalah settingan ECU atau piggyback yang digunakan harus dicek kembali.

Hal ini saya lakukan penilaian dari perbandingan motor saya dengan motor bro Didi. Di mana motor saya menggunakan knalpot full-system dengan bensin V-Power (+ tanpa PCV) belum pernah mengalami suara yang “brebet-brebet” tersebut. Entah memang dari bensinnya atau motornya, tentunya harus diselidiki lebih lanjut di tempat ahlinya. 😉

Motor Ramping Dengan Posisi Duduk Sporty

Walaupun terlihat besar, tetapi saat riders menaiki motor Kawasaki ZX-10R, ternyata motor ini terasa ramping lho! Bentuk sportsbike yang “runcing” inilah yang membuat Inside Helmet memiliki pandangan tersebut terhadap ZX-10R.

Posisi duduk yang sporty rasanya sudah perlu dikomentari lagi soal rasa capek dan pegalnya kalo riding terlalu lama apalagi melalui macet dengan motor ini. Tetapi untungnya, dengan motor yang agak enteng ini dapat meringankan rasa capek dan pegal-pegal tersebut.

Untuk tinggi motor itu sendiri, saya yang memiliki tinggi 172cm harus tetap agak jinjit saat menaiki Kawasaki ZX-10R. Sangat berbeda saat saya coba duduk di atas MV Agusta Dragster 800 di mana saat itu saya bisa menapak.

Kesimpulan Review Kawasaki ZX-10R

I can tell you that it’s an awesome bike! Dengan design motor yang sporty dan aerodinamis (apalagi di versi 2016 dengan tail light yang seksi), teknologi, dan juga power dari motor itu sendiri, rasanya inilah yang bisa menjawab performa Kawasaki ZX-10R di ajang balap WSBK yang dikendarai oleh Jonathan Rea dan Tom Sykes sebagai juara WSBK.

Walaupun begitu, untuk motor dengan fitur seperti ini tentunya harga menjadi kendala utama jika riders ingin membeli Kawasaki ZX-10R di Indonesia. Untuk harga barunya bisa mencapai 365 juta, dan harga secondnya mungkin sekitar 325 juta!

Taillight Kawasaki ZX-10R 2015
Tuh kan, bodi belakangnya kotak!

Tapi kalo emang punya duit lebih segitu dan demen banget sama ZX-10R, sah-sah aja jika riders mau membelinya. 😛

Nah, begitulah riders review Kawasaki ZX-10R yang cukup singkat dilakukan oleh Inside Helmet. Semoga lain kali dapet kesempatan lagi test ride yang lebih in-depth untuk motor ZX-10R dan bisa mengupdate isi dari konten ini.

Seperti biasa, enjoy and ride safely!

 

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

REVIEW OVERVIEW
Riding dan Ergonomi
Mesin dan Power
Build Quality
Konsumsi BBM
Fitur dan Elektronik
Harga Motor

“Ride Outside, Write Insight”

Pria kelahiran 13 Agustus 1990 ini memiliki hobi seputar motor dan juga blogging. Bekerja di dunia digital marketing juga membuat Arvy lebih senang mendalami content marketing. Sekarang ini, Arvy sedang menggunakan Suzuki GSX-R600 tahun 2008 sebagai motor “hobi”nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here