6 Tanda Motor Bisa Kena Tilang Polisi

46

Namanya kalo riders lagi berkendara (terutama yang sering naik motor), saat riders ketemu sama polisi di tengah jalan pastinya membuat hati jadi deg-degan. Walaupun surat-surat dan kelengkapan lainnya ada, tapi apa daya kalo riders dipanggil untuk dicek. Pasti deh uda kepikiran salahnya apa, salahnya apa, kok bisa salah? Well, daripada jadi panik dan ketakutan karena kemungkinan bisa kena tilang polisi begitu, alangkah baiknya riders mempersiapkan segala sesuatunya setiap sebelum pergi menggunakan motor kita.

Beberapa Hal Yang Bisa Membuat Kita Kena Razia dan Ditilang
Waktu Operasi Zebra 2014 nih, tenang pake GoPro kok! Bukan kamera hape 😛

Terus, apa ya yang kira-kira membuat polisi greget untuk manggil riders?

1. Tidak Pakai Helm Yang Sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)

Yahh, ini sih uda obvious banget… Namanya pergi bawa motor, menggunakan helm yang sesuai standar sudah menjadi suatu kewajiban seorang rider Di satu sisi memang tertulis di peraturan jika pengendara dan penumpang wajib menggunakan helm yang memiliki standar nasional Indonesia (SNI), di sisi lain menggunakan helm yang sesuai standar itu melindungi riders dari benturan langsung di kepala.

Enggak pakai helm SNI aja bahaya (entah helmnya pecah atau gimana karena tidak sesuai SNI), gimana kalo enggak pake helm sama sekali? Maka dari itu polisi siap menilang jika riders lalai menjaga diri. Demi kebaikan diri juga, bro! (tetep positive thinking) Selain untuk menjaga, helm juga berfungsi mencegah konsentrasi kita teganggu akibat debu, angin, air, atau benda-benda lainnya yang dapat berhubungan langsung dengan kepala kita.

Apakah helm DOT ditilang polisi

Lalu, apakah helm DOT ditilang polisi? Selain tanda SNI, helm yang diproduksi di luar Indonesia pun tetap boleh digunakan di Indonesia asalkan memiliki tanda DOT (Departement of Transportation) yang diakui di atas SNI seperti yang sudah dijawab oleh pihak Divisi Humas Polri. Jadi helm DOT tetap diizinkan oleh pak polisi!

2. Lampu Depan dan Belakang Mati Walau di Siang Hari

Lho? Siang-siang kenapa juga harus nyalain lampu motor? Udah terang begitu… Tapi sayangnya, menurut undang-undang, memang ada peraturan yang mewajibkan menyalakan lampu motor pada malam dan siang hari. Fungsi dari peraturan tersebut agar pengendara sepeda motor dapat lebih terlihat di siang ataupun malam hari. Seringkali terjadi kecelakaan antara mobil dan motor dikarenakan mobil yang tidak sadar adanya keberadaan motor di dekatnya (ditambah jika pengendara motor itu juga selap-selip tidak berhati-hati).

Dan ternyata secara keseluruhan, peraturan ini dapat menurunkan tingkat kecelakaan motor sebesar 20%! Kalo di malam hari, ya masa riders enggak nyalain lampu sama sekali. Selain lampu penerangan di jalan, lampu depan motor riders berfungsi untuk menerangkan jalan, dan lampu belakang kita berfungsi untuk memberi tahu kendaraan-kendaraan di belakang riders.

Selain menyala, tetaplah menggunakan standar lampu yang telah disediakan, karena walaupun lampu menyala tetapi diganti dengan warna lain selain warna standar (seperti merah atau biru), ini juga akan ditilang oleh polisi. Lampu seperti ini dapat membuat pengendara lain bingung dan menyebabkan kecelakaan!

3. Tidak Memasang Plat Nomor Depan Atau Belakang (Walaupun Dengan Stiker Plat)

Motor tanpa plat depan apakah ditilang?
Nah Secepatnya Si Beber Harus Pasang Plat Nomor Atau Fairing Nih

Plat nomor adalah tanda bahwa motor kita ini terdaftar secara resmi di kepolisian, dan kendaraan yang dipakai wajib hukumnya untuk memiliki surat dan ijin yang jelas. Untuk menunjukkan itu, maka plat nomor diharuskan ada di depan dan juga belakang kendaraan riders. Selain secara peraturan, plat nomor yang  juga berhubungan dengan STNK berguna untuk bukti kepemilikan riders, kode wilayah, dan masa berlakunya.

Nah, bayangkan kalau motor kita enggak punya plat nomor di depan atau di belakang, kemungkinan besar polisi akan mengira-ngira bahwa antara motor riders itu bodong alias tidak bersurat resmi walaupun sebenarnya surat-surat resminya ada. Sayang juga dong padahal kita uda taat punya STNK dan bayar pajak, tapi ternyata kena tilang juga karena enggak pasang plat nomor depan dan belakang.

Hal lainnya yang menjadi pertimbangan adalah karena aslinya motor sport seperti Honda CBR250R tidak menggunakan plat depan, banyak riders yang melepas plat nomor depan atau dengan menggunakan stiker plat nomor. Sayang sekali, walaupun para riders menjelaskan hal tersebut kepada polisi, tetap saja terhitung sebagai pelanggaran lalu lintas dan ditilang. Hingga motor-motor ber-cc besar pun yang dijual melalui ATMP harus dimodifikasi sedikit untuk ada tempat plat nomornya.

4. Membawa Penumpang Atau Muatan Yang Berlebihan

Nahh, namanya juga motor, tipe kendaraan roda dua yang sebenarnya cuma bisa dinaiki oleh 2 orang dewasa. Tapi kalo kita sering lihat, terkadang ada yang naik motornya sampai bertiga, berempat, hingga lebih! Emangnya, apa sih impact dari membawa penumpang lebih dari 1 di atas motor? Yang pasti keseimbangan terganggu karena adanya beban berlebihan dan yang ada malah bisa terjadi kecelakaan karena kurang bisa mengontrol motornya.

Selain membawa penumpang lebih dari 1, sering juga kita lihat pengendara motor yang membawa barang lebih besar dari motornya. Kasian kan riders capek dan kesulitan menyeimbangkan motor, plus kasian juga motornya harus bekerja di atas kapasitasnya. Maka dari itu ada juga peraturan agar muatan motor tidak berlebihan, demi menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara riders juga.

5. Motor Tidak Memiliki Perlengkapan Yang Sesuai Standar

Kalo soal ini, contoh paling mudah adalah jika kita melepaskan spion motor atau mengganti spion motor dengan spion yang lebih kecil sehingga agak useless sih sebenarnya karena kita jadi enggak bisa tau dengan jelas apa yang ada di sekitar kita. Namanya part motor (seperti spion) itu diciptakan dengan standar yang sebenarnya untuk membantu riders dalam berkendara.

Kalau misalkan dilepas atau diubah yang fungsionalitasnya di bawah standar, itu bisa membahayakan riders juga. Hal lain yang sering diubah adalah warna lampu jadi warna-warni. Inside Helmet si penasaran banget, emang bisa keliatan ya jalanannya, dan apakah tidak mengganggu orang lain? Nah, maka dari itu polisi juga sering banget memberikan tilang kalo kelengkapan motor tidak sesuai dengan standar sesuai dengan undang-undang kelengkapan berkendara.

Salah satu tipe spion lainnya yang sering menjadi permasalahan adalah spion jalu (yang dipasang di bagian stang motor). Walau secara fungsinya masih bisa digunakan, tetapi tetap saja tidak sesuai standar yang ditetapkan di Indonesia. Inside Helmet pun pernah bertanya kepada para pengguna spion jalu dan nyatanya mereka pernah ditilang juga dari penegak hukum di jalanan.

6. Menggunakan Handphone / Gadget Saat Berkendara

Ini nih, yang sering sekali terjadi di jalan. Tidak sedikit riders yang menyepelekan hal ini karena beranggapan “motor matic mudah dikendalikan dan bisa menggunakan 1 tangan, maka 1 tangan lagi bisa buat megang handphone”.

Tentu ini adalah persepsi dan kebiasaan yang sangat salah! Menggunakan handphone dan mengendarai kendaraan adalah 2 kegiatan yang membutuhkan fokus yang tinggi, apalagi saat menggunakan handphone, kepala kita rata-rata harus menunduk dan tidak dapat mengetahui keadaan di depan.

Kebiasaan buruk seperti inilah yang juga tidak jarang menyebabkan kecelakaan lalu lintas, untuk diri sendiri dan bahkan bagi orang lain juga. Maka dari itu, peraturan pun sudah disiapkan bagi riders yang melanggar dengan menggunakan hp saat di jalan. 😛

Beberapa hal di atas sering sekali disepelekan oleh pengendara motor di sekitar kita, padahal standar-standar dan juga peraturan sebenarnya diciptakan untuk kenyamanan dan keamanan kita bersama juga kan? Maka dari itu, polisi juga jadi greget untuk ‘manggil’ kita di tengah jalan kalo beberapa hal di atas belum dilengkapi.

Sebenarnya masih banyak banget hal-hal yang memancing polisi untuk memanggil kita untuk diperiksa karena kurangnya kelengkapan berkendara, untuk peraturan pemerintah tentang kendaraan juga bisa di baca online biar riders bisa cek sendiri. Selalu ingat untuk melengkapi kebutuhan berkendara untuk keamanan riders ya! Biar enggak kena tilang polisi juga! Enjoy and Ride Safely!

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

46 COMMENTS

    • Hello bro,

      Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 Tahun 1993 Mengenai Angkutan Jalan, disebutkan dalam Bab III tentang Angkutan Barang Dengan Kendaraan Bermotor Pasal 13 ayat 4 menyebutkan Pengangkutan barang dengan menggunakan sepeda motor sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) harus memenuhi persyaratan:

      A. mempunyai ruang muatan barang dengan lebar tidak melebihi setang kemudi;

      B. tinggi ruang muatan tidak melebihi 900 milimeter dari atas tempat duduk pengemudi.

      Jadi tinggal disesuaikan saja dengan peraturan dan ukuran di atas yaa.

      Semoga dapat menjelaskan!

    • Hello bro, maaf telat membalas. Tapi untuk holder / bracket handphone yang ditempel biasanya di speedometer bisa ditilang dengan pasal 279 UUD Lalu Lintas. Sebenarnya tidak spesifik membicarakan holder / bracket handphone, tetapi ini mengacu pada “perlengkapan yang mengganggu keselamatan berlalu lintas”. Menurut polisi, dengan adanya holder / bracket hp di motor dapat mengganggu konsentrasi pengendara dan dapat mengganggu keselamatan diri sendiri atau orang lain.

      Berikut isi pasal 279 tersebut:
      “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagai mana dimaksud dalam pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan dan denda paling banyak Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)..“

      Semoga menjawab ya broo.

    • Haha greget ya bro kalo liat pengendara motor (siapa pun itu) main hape sambil jalan. Kalo itu keliatan polisi udah pasti ditilang. Tegur aja dengan baik-baik kalo bisa. Kalo doi emosi tinggal kabur aja 😛

    • Selama ini belum pernah ada kasus temen kena tilang dengan alasan tersebut sih. Tapi kalo ngomongin standard, spion jalu lokasinya udah bukan standard. Hehe.

      • Hari ni q kena tilang alesannya spion tidak standard. Fyi aku memang pakai spion tdk standard tp bukan yg model jalu, model seperti biasa tapi ukurannya kecil. Saya kena tilang di jalan luar kota kabupaten cirebon. Padahal dipakai dijakarta aman. Tapi dengan gagahnya si polisi bentak “mau dibantu ga?”…yah…:((

  1. Bro Ane Mau Tanya..
    Kalau Motor Dipasang Stiker Itasha Ketilang Tidak Ya?
    Kalau Belum Tau Itasha Bisa Liat Di Google Image..

  2. bagaimana klu motor Venom x22 Super Pocket Bike – 125cc apakah itu diperbolehkan untuk dikendarai di indonesia? masalahnya aku blm tau klu super pocket bike legal apa nggak di indonesia… thx bro nice article…

  3. Maaf bro mau tanya. Seandainya kita pakai lampu projie yg sebenarnya dia datar tengah tidak mengenai mata pengendara berlawanan arah apa kena tilang juga?? Karena yang saya ketahui banyak beredar lampu projie dan banyak di gunakan masyrakat??

    • Untuk saat ini sih saya dan juga temen-temen yan pake projie masih aman-aman aja kalo melewati razia polisi bro. Yang terpenting warna lampu tidak nyakitin mata dan posisinya tidak mengenai mata pengendara lain seperti yang bro bilan.

  4. Nah cocok topik sama mau tanya. Hari ini kan saya beli spion tomok universal nah. Apa ada kemungkinan ketilang oleh pak Pol? Soalnya bingung juga mau pasang /gak?, sekarang msh waktu2nya polisi mengadakan kegiatan operasi zebra cross gt.

    • Halo bro, saran ane sih jangan dlu ya sementara lagi pada “galak-galak” di jalan nih. Takutnya bisa dijadikan alesan seperti: tidak sesuai standard dan dapat mengganggu perjalanan. “Emangnya bisa ngeliat spion kayak begini”. Jadi, mending abis operasi zebra aja broo.

  5. Utk spion ternyata peraturan detailnya ada di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 tahun 2012 tentang Kendaraan.

    Pasal 37

    Kaca spion Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf b harus memenuhi persyaratan:

    a. berjumlah 2 (dua) buah atau lebih; dan

    b. dibuat dari kaca atau bahan lain yang dipasang pada posisi yang dapat memberikan pandangan ke arah samping dan belakang dengan jelas tanpa mengubah jarak dan bentuk objek yang terlihat.

    Ternyata cuma itu. Tidak ada penjelasan apakah ditaruh di atas stang, di bawah stang atau di samping stang.

    • Terima kasih bro untuk inputnya.

      Tapi untuk hal ini juga rancu nih, maksudnya bisa aja digunakan untuk menyalahkan tempat pemasangan spionnya:
      “yang dipasang pada posisi yang dapat memberikan pandangan ke arah samping dan belakang dengan jelas tanpa mengubah jarak dan bentuk objek yang terlihat.”

      Tergantung yang nyetopin juga mungkin. Hahaha

    • Asal tidak mengganggu harusnya tidak apa-apa bro. Toh warna lampu masih didominasi dengan lampu utama. Ane di GSX pake HID projie putih, selama ini aman karena tidak menyilaukan pengendara lain 🙂 Tapi biar aman dan yakin, monggo disimak info di bawah ini ya:

      Dalam pasal 23 PP 55/2012 tersebut dijelaskan secara terperinci mengenai sistem lampu dan alat pemantul cahaya yang bisa digunakan pada kendaraan. Selengkapnya ada 11 ketentuan mengenai lampu yang bisa digunakan pada kendaraan:
      1. Lampu utama dekat berwarna putih atau kuning muda;
      2. Lampu utama jauh berwarna putih atau kuning muda;
      3. Lampu penunjuk arah berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;
      4. Lampu rem berwarna merah;
      5. Lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda;
      6. Lampu posisi belakang berwarna merah;
      7. Lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda kecuali untuk Sepeda Motor;
      8. Lampu penerangan tanda nomor Kendaraan Bermotor di bagian belakang Kendaraan berwarna putih;
      9. Lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;
      10. Lampu tanda batas dimensi Kendaraan Bermotor berwarna putih atau kuning muda untuk Kendaraan Bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 (dua ribu seratus) milimeter untuk bagian depan dan berwarna merah untuk bagian belakang;
      11. Alat pemantul cahaya berwarna merah yang ditempatkan pada sisi kiri dan kanan bagian belakang Kendaraan Bermotor.

      Jika peraturan tersebut tak diindahkan dan tertangkap aparat berwajib, berdasarkan UU 22/2009 maka beberapa pasal bisa dikenakan kepada sang pengendara, antara lain:
      1. Pasal 279 dengan ancaman denda Rp500.000 atau 2 bulan kurungan;
      2. Pasal 285 dengan ancaman denda Rp250.000 atau 1 bulan kurungan untuk pengendara sepeda motor dan 2 bulan kurungan atau denda Rp500.000 untuk pengendara kendaraan beroda empat atau lebih;
      3. Pasal 286 dengan ancaman 2 bulan kurungan atau denda Rp500.000.
      Pasal, dan potensi hukuman, yang bakal dikenakan tentunya akan bertambah jika lampu kendaraan yang digunakan terbukti menjadi penyebab kecelakaan.

  6. Hari ini ane kena tilang, tapi anehnya yang ditilang cuma ane sama 1 cwok gt lupa gk nanya siapa namanya, padahal pengendara yg lain yang melakukan kesalahan yg sama kyk ane (gk nyalain lampu di siang hari) gk ditilang juga bahkan yg gk pake helm lolos gitu aja. Dan tadi gk ada tulisan mau ada pemeriksaan polisi. Pas ane tanya knp cuma kita berdua yg ditilang sedangkan yg lain gk pdhl si oknum tau tuh banyak yg melanggar si oknumnya beralasan yang ditilang cuma yg kasat mata aja (emang motor yg lain pada ghoib kali ya) dan dia beralasan bahwa disitu cuma ada 2 polisi dan kerjaanya gk cuma itu aja (ya super sibuk sekali bapak polisi kita) Ane merasa diperlakukan tidak adil, kalau emang itu beneran razia resmi pasti gk cuma 2 biji donk ya polisinya ples aq tanyain bukti2 surat tugas gk dikasi malah ditunjukin lencananya doank, pliss ane gk butuh lencana cuma butuh kejelasan atas tindakan tersebut,.

    Menurut agan gmn tuh,?

    • Hello bro, thank you sudah mampir. Kalo liat dari ceritanya memang agak sulit untuk kita membela diri dengan keadaan seperti itu ya. Di satu sisi memang ada kesalahan kasat mata (mungkin bener yang lain ghoib. hahaha) jadinya kita mau coba debat kusir seperti apa juga ujung-ujungnya pasrah. Jujur, karena ane bukan polisi jadi enggak bisa kasih saran banyak, tapi yang pasti ke depannya kita jangan lupa lagi bro untuk hal-hal seperti lampu di siang hari, helm, garis marka, lampu merah, dan lain-lain.

      Kalo untuk kasus polisi tidak mau kasih bukti razia resmi, mungkin akan lebih kuat kasusnya kalo agan secara kasat mata tidak ada kesalahan (atau memang 100% bersih tidak ada salah), baru agan punya setidaknya “bargaining power” untuk hal-hal kejelasan soal razia resmi / tidaknya. Turut sedih gan kalo denger ceritanya, tapi ane berharap agan enggak kena-kena begini lagi 🙁

  7. Gan, kan ane dpt slip tilang warna biru tuh, suruh batmyar denda penuh lwt bank BRI trus pas ane ambil stnk ane di polres slip biru asli ama bukti transfer diminta, nah kan trus ane sidangnya gmn? Masak gk bawa apa2 an ke pengadilan? Ane mau klaim kembalian dana titipan tilang ane. Lumayan gan ane trf 500k kan kalo sidang sendiri gk mungkin sampek segitu. Cari duit susah gan mana mau ane ngisi kantong2 oknum. Iye gk?

    Mohon pencerahannya

    • Hello gan, maaf baru bales ni. Wah.. Kok bisa gitu ya. Padahal harusnya itu dipegang terus bukan sampai nge-klaim balik kelebihan denda? Maaf ni gan belum bisa banyak bantu, tapi coba gw tanyain ke temen-temen yang punya pengalaman serupa yaa. Semoga bisa balik kelebihannya, lumayan gede itu… Lumayan buat makan ye kan?

    • Kalo plat nomor belakang sebaiknya tetap dipasang bro. Beli aja bracket plat nomor yang simple (kalo ane punya semacam plat gitu, jadi enggak keliatan ada bracket plat nomornya)

    • Sayang sekali, tapi rata-rata peraturan di Indonesia masih seperti itu. Sebenernya bisa sih, tapi motor custom harus didaftarin ulang, jadi nanti ada BPKB dan STNK untuk motor custom.

  8. Gan saya mau tanya jika merubah speedometer dan stang itu bisa kena tilang,awalnya beat terus dirubah jadi model x ride,terima kasih sebelumnya

    • Harusnya sih tidak begitu masalah ya bro. Belum pernah dengar kasus kalo speedometer & stang ganti itu ditilang. Asalkan speedometer berfungsi normal.

      Tapi jika menurut undang-undangnya, jika kita merubah bentuk motor (contoh stang, atau potong body seperti cafe racer), harus dikaji dan diuji kembali oleh polisi.

  9. Gan mau nanya dong kalo helm yg standardnya cuma snell atau ecer22-05 itu msh memungkinkan kena tilang juga ga ya? Mengetahui standardnya sendiri lebih tinggi dari sni
    *cmiiw

  10. Halo mas bro saya mo tanya nih kan saya beli motor CBR 150r yg new terus saya dapat knalpot r9 dari dilernya ya bro…terus saya pasang nalpot r9 itu d motor saya.. seandainya ada operasi itu bisa kena tilang ga ya bro

    • Secara pengalaman dari temen-temen, tetep aja ditilang bro. Karena memang sebenarnya peraturannya ini kurang jelas eksekusinya (contoh dari max DB yang diperbolehkan)

  11. broo saya ini punya hayabusa , dan gak ada tempat plat nomer depan nya !!! apakah boleh di pasangi stiker ???

    kalo di pasangi dudukan otomatis merusak body fairing yg mahal itu. tapi kemarin ada yg post polisi pake bmw gs1200 dan plat nomer depan nya di kasi stiker ???

    kok tambah ribet

    • Kalo ketemu polisi yang kurang paham / emang pada dasarnya ga mau tau pasti kena tilang kok bro. Makanya saya selipkan di bagian belakang windshield tapi dibaut jangan cuma diselip (biar enggak kontak langsung sama windshieldnya).

      Kalo soal polisi yang pake plat stiker, yaaa… no comment deh bro, rahasia umum. haha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here