Sepeda vs Moge – Masihkan Diteruskan?

0

Hello riders! MERDEKA! Enggak nyangka Indonesia udah berulang tahun yang ke 70! Suatu angka yang cukup membuat banyak online shop gencar dengan diskon up to 70%! Hahaha. Tapi yang pasti masa-masa ini biasanya cukup rame sama perayaan tujuh belasan dari lomba-lomba yang udah dinanti seperti makan kerupuk, balap karung, panjat pinang, dan masih banyak lagi. Semoga riders kemarin ini enjoy sama long-weekendnya ya. Nah, di sela-sela perayaan kemerdekaan yang 70 ini, ternyata ada yang cukup rame juga di jalanan, tepatnya di Yogyakarta. Mungkin riders rata-rata udah tau tentang kasus ini, entah dari media berita ataupun social media. Yep, ini menyinggung soal sepeda vs moge. [youtube=https://www.youtube.com/watch?v=bvcWlFazwP4&w=420]

Video ini akhirnya tersebar di mana-mana dan hal-hal ini pasti membawa pro kontra di antara para netizen, bahkan di antara para komunitas riders sendiri. Dari Inside Helmet sendiri, sepertinya tidak perlu dibahas lagi soal hukum atau legalitasnya, ya namanya juga saya bukan orang hukum… 😛 So, apa yang mau ditulis di sini dong?

Reminder Untuk Menghormati Satu Sama Lain

Di mana pun kita berada, sama siapa, naik apa, mau ke mana, alangkah baiknya tetap saling menghormati sesama pengguna jalan. Ada yang bilang itu sah karena konvoi sudah dapat izin resmi kepolisian, ada yang bilang pesepeda yang membuat suasana jadi berbahaya, ada yang bilang tetep aja harus berenti di lampu merah, berenti di belakang garis putih, dan lain lain. Waduh, pusing… Tapi yang pasti dari sisi non-hukumnya, namanya juga lalu lintas sedang padat dan konvoi juga jumlahnya banyak banget, mungkin alangkah baiknya grup konvoi dibagi-bagi ke berbagai gelombang agar masih bisa memberikan jeda bagi pengguna jalan lainnya untuk jalan. Karena dari video juga bisa dilihat kalo suasana jalan cukup ramai dan membuat masyarakat malah menjadi jengkel.

Reminder Untuk Menjaga Kenyamanan Sesama

Jalanan publik milik bersama dan dilalui bersama. Punya motor jenis apapun pasti kadang-kadang enggak tahan untuk dimodifikasi, apalagi knalpotnya. Tapi entah itu knalpot standard bawaan pabrik ataupun knalpot modifikasi, tidak semua orang bisa nyaman untuk mendengarkannya jika terlalu berlebihan. Coba bayangin yang punya rumah tinggalnya di jalan raya, tiap mau tidur malem-malem eh ada aja yang ngebut dengan knalpot ‘racing’nya (malah kadang di dalem komplek aja masih ada yang begitu). Pasti bikin risih dong… Atau pas siang-siang udah panas, ada yang geber-geber knalpot (apalagi sampe keluar asep fogging alias asep knalpot). Beberapa pasti ada yang enggak nyaman dengan itu. Enggak ada salahnya punya motor dengan suara keren, it’s cool and even I like that! Tapi jangan lupa dengan orang lain juga. 🙂

Keep Calm and Respect Others
Source: http://www.dirtyandthirty.com/power/r-e-s-p-e-c-t/

Reminder untuk Intropeksi Diri & Stop Menyalahkan

Udah udah, bagian panasnya udah. Mari dinginkan kepala kita masing-masing dan intropeksi diri sendiri. Apakah kita sebagai pengguna jalan sudah cukup baik dalam hal hukum maupun etika berkendara? Kalau belum ayo diperbaiki, kalau sudah ayo dipertahankan dan jadi contoh bagi sesama pengguna jalan. Jadi, apakah kasus sepeda vs moge masih diteruskan / dibicarakan / malah bahkan dibully? Sudah Merdeka lho riders, sudah 70 tahun! Saatnya bersatu, bukanya membuat kubu. Saatnya sesama pengguna jalan (motor, mobil, pejalan kaki, kendaraan umum) saling menghormati dan saling menjaga kenyamanan serta keamanan di jalanan Indonesia ini. Karena ada orang pernah bilang, jika ingin melihat kondisi suatu negara, lihatlah lalu lintasnya. Enjoy and Ride Safely!

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here