Mini Touring Thailand! Riding ke Doi Inthanon Naik Honda MSX 125

0

Hello riders! Back again di Inside Helmet ya. Kemarin abis absen cukup lama, kali ini mau dikebut nulis yang banyak. Semoga pembaca-pembaca lama balik lagi baca di sini ya (traffic turun jauh astaga). 😛

Okeh, kali ini cukup spesial soalnya Inside Helmet mau cerita sekalian review perjalanan pas jalan-jalan kemarin ke Thailand (honeymoon sama istri). Lebih tepatnya sih waktu kita berdua riding ke Doi Inthanon yang ada di daerah Thailand Utara.

Di mana letak Doi Inthanon?

Doi Inthanon, yang merupakan puncak tertinggi di Thailand, terletak di daerah Ban Luang, Chom Thong District, Chiang Mai 50270, Thailand (menurut Google Maps). Dari informasi temen-temen dan juga warga di sana, tempat ini cukup terkenal lho, jadinya banyak turis yang suka dateng ke sana.

Rute Chiang Mai ke Doi Inthanon

Rata-rata sih turis yang datang ke sini menggunakan mobil sewaan atau mereka menyewa sebuah mobil elf beserta supirnya. Dikarenakan lokasi yang cukup jauh dari kota Chiang Mai yaitu sekitar 109 kilometer.

Berbeda dengan Inside Helmet bersama istri, kita “menantang” diri sendiri buat pergi ke Doi Intahon (alias naik gunung) pake motor!

Motornya pake Honda MSX125 alias Honda Grom

Nah, berhubung di Indonesia ini motor kaga dijual, dan di Thailand motor ini ada banyak banget, penasaran banget rasanya naik motor ini tuh gimana.

Motornya berbody kecil dan pendek, untuk boncengan pun pas-pasan banget jadinya harus pinter-pinter alokasiin pantat kalo boncengan. :p

Honda MSX125 ke Doi Inthanon

Untuk ke Doi Inthanon, karena jalannya cukup nanjak dan jauh, warga setempat kasih saran sih jangan yang motor 110cc, minimal setidaknya yang 125cc gitu. Lebih baik kalo yang lebih gede kayak 250cc (ada banyak yang sewain Honda CBR250R) atau kalo mau lebih modal lagi paling 500cc seperti Honda CBX-500.

Rute perjalanan ke Doi Inthanon dengan motor

Sebenarnya rutenya gampang lho, asalkan udah bisa keluar dari kota Chiang Mai (kalo asalnya dari Chiang Mai) tinggal mencari jalan yang namanya Chiang Mai Outer Ring Road. Nah, ini jalanannya lebar lho dan lumayan bagus, cuma kadang harus hati-hati sama check point polisi ya.

Biasanya kalo kata orang di sana, polisi suka jaga dari jam 10 sampe jam 2 siang, jadi kalo mau planning perjalanan sebaiknya menghindari jam-jam itu ya.

Kalo lengkap sih gabakal distopin, tapi kalo misalkan ada pelanggaran kasat mata kayak ga pake helm, wah itu sih udah pasti kena.

Terkadang dicek juga secara random untuk liat kalo memang kita keliatan banget seperti turis, dia akan cek apakah kita punya SIM Internasional. Kalo gada, ya pastinya kita kena denda tuh. 😮

Masih lanjut perjalanan ke Doi Inthanon

Perjalanan dari Chiang Mai Outer Ring Road inilah yang panjangnya gada ujung. Jalanannya gede, bentuknya udah kayak tol luar kota ke Bandung atau Serang, tapi motor boleh lewat!

Kalo misalkan sendirian pasti bosen sih karena memang jalanan yang lurus gada ujung dan kanan-kiri rata-rata sawah. Kalo bisa sih udah isi bensin full ya, karena di rute ini pom bensinnya jauh-jauh banget.

Dan usahakan untuk naik ke Doi Inthanon juga bensinnya cukup, karena gada pom bensin di atas gunung! Jadi rajin-rajin cek bensin sebelum akhirnya naik ke Doi Inthanon. Karena abis naik, harus siapin bensin untuk turun juga, terlebih nanjak memakan bensin lebih boros.

Kurang lebih dari Chiang Mai sampai belokan pertama di Chiang Mai Outer Ring Road itu sekitar 40km, dan setelah nemu tanda jalan yang menunjukkan Doi Inthanon, itu riders harus siap-siap belok kanan (ada lampu merahnya).

Jalan ini namanya route 108, bisa kalian cek di Google Maps untuk meyakinkan. Nah kalo Inside Helmet sih waktu itu berenti sejenak di 7 Eleven dekat sana sambil cari toilet. Cuma kendala banget karena orang-orang sana enggak ngerti bahasa Inggris!

Jangan sedih, masih ada 23km di route 108

Yesss riders, abis belokan di lampu merah Chiang Mai Outer Ring Road, ada jalanan yang cukup panjang lagi di sini sekitar 23km sampai ke belokan kaki gunung (entrace) dari Doi Inthanon.

Kurang lebih seperti perjalanan di atas, route 108 ini lurus gada ujung sampai nanti nemuin belokan lagi ke route 1009 yang merupakan si Doi Inthanon itu sendiri.

Naik naik ke Doi Inthanon

Setelah riders belok ke route 1009, ini adalah momen di mana jalanan udah mulai naik. Jalanan udah mulai berliku-liku dan riders pasti udah mulai ngerasain serunya di sini.

Sebelum naik ke Doi Inthanon, riders akan ketemu sama yang namanya checkpoint, di mana riders harus membayar biaya masuk ke Doi Inthanon. Kalo orang Thailand asli harganya lebih murah, tapi kalo turis harganya lebih mahal (wajar lah ya).

Berapa harga tiket masuk Doi Inthanon?

Buat riders yang mau riding ke Doi Inthanon, berikut harga-harga yang harus disiapkan ya:

  • Harga tiket per orang: 300THB (sekitar Rp135.000)
  • Harga tiket per motor: 40THB (sekitar Rp18.000)
  • Harga tiket Twin Pagoda: 40THB per orang (Twin Pagoda bayarnya nanti pas di entrance-nya)

Untuk biaya-biaya lain seperti makan dan bensin tentunya kembali ke masing-masing kebutuhan yaa. Cuma kalo untuk bensin, dari awal bensin full tank, dipake touring, dan diisi lagi, itu sekitar 100THB dengan Shelll V-Power.

Selesai urusan duit, lanjut riding

Mumpung ini pertama kali riding ke gunung yang jalannya meliuk-liuk dan aspalnya lumayan bagus, yah lumayan deh nyengir dari bawah sampai atas bikin bibir kering.

Belom lagi urusan udara yang dingin banget, jadi disaranin kalo mau riding itu wajib pake jaket, pake masker atau balaclava, sama sarung tangan juga biar nanti enggak kedinginan. Apalagi kalo kalian berangkat pagi-pagi buta dan di atas lagi ada kabut, itu dinginnya bukan main.

Perjalanan part pertama yang Inside Helmet lakukan itu sekitar 31km ke Doi Inthanon National Park, di mana di sini ada tempat istirahat dan juga tempat makan.

Setelah itu lanjut lagi ke puncaknya Doi Inthanon naik lagi sekitar 16km dan makin menukik menuju tempat di mana ada Air Force radar (yang enggak boleh difoto demi keamanan).

Nah di puncak ini sebenarnya lebih ke arah sight seeing aja dan minum coklat panas dari penjual minuman di sana. Untuk kalian yang hobi trekking, sebenarnya bisa lanjut lagi trekking sampai ke puncak yang bener-bener puncaknya Doi Inthanon.

Cuma berhubung kali ini agendanya cuma jalan-jalan santai, setelah melihat-lihat akhirnya turun sedikit menuju Twin Pagoda yang juga bagus buat sight seeing dan foto-foto.

Di Twin Pagoda bayar lagi 40THB per orang dan motor harus parkir di luar. Kalo bawa moge atau mobil kayaknya boleh naik ke dan parkir atas, tapi kalo motor cilik kayaknya cuma bisa di luar.

Di sini ada taman bunga yang bagus, Twin Pagoda yang cukup unik, dan gambar-gambar yang memiliki cerita di setiap ukirannya. Setelah puas foto-foto di Twin Pagoda, kini saatnya kita pulang deh, alias turun gunung.

Penutup perjalanan ke Doi Inthanon

Melewati rute yang sama, motor yang sama, tetapi ke tujuan yang berbeda. Akhirnya kita pulang langsung nyari Starbucks yang ada di pusat kota Chiang Mai untuk nge-boost mata yang udah ngantuk karena kecapean.

Malamnya kita cari makan yang simple, yaitu BBQ all-you-can-eat yang harganya cuma 150THB. Sumpah, ga bohong, kirain harga tipu-tipu, tapi ternyata beneran buffet daging macem Kintan cuma Rp70.000!

Chiang Mai is one of the best trip I’ve done. Akhirnya bisa touring bareng sama istri untuk pertama kali, itu pun di luar negri. Deg-degan karena ga punya SIM Internasional, rasanya itu jadi pelajaran harus bikin SIM Internasional secepatnya kalo mau riding di negeri orang.

Special thanks untuk ibu-ibu yang punya sewa motor, baik banget (dapet diskon hueheuhue) dan kasih informasi yang bermanfaat soal kota dan trip ke Doi Inthanon. Cuma lain kali kapok sih naik Honda MSX125, mending minimal 250cc atau 500cc sekalian. 🙂

Thank you for riding with me 🙂

Semoga jadi inspirasi dan bermanfaat buat kalian yang lagi planning jalan-jalan ke Thailand ya. Always ride safely!

"Ride Outside, Write Insight" Pria kelahiran 13 Agustus 1990 ini memiliki hobi seputar motor dan juga blogging. Bekerja di dunia digital marketing juga membuat Arvy lebih senang mendalami content marketing. Sekarang ini, Arvy sedang menggunakan Suzuki GSX-R600 tahun 2008 sebagai motor "hobi"nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here