Riding Cameraman: Rasanya Jadi Fotografer di Grup Riding

0

Hello riders! Akhirnya Inside Helmet bisa kembali lagi nulis di sini. Udah bulan Desember aja nih, dan November kemarin bener-bener absen dari blogging. Tapi untungnya enggak absen dari motor-motoran dan tetep menjadi riding cameraman motor amatiran! Haha.

Tukang foto motor

Nah buat topik hari ini, saya mau sharing-sharing ringan aja dulu sebelum ada topik-topik “berat” lainnya. 😀 Untuk riders yang cukup menyimak Instagram dan Facebook Inside Helmet, mungkin pernah melihat berbagai foto dishare dari riding-riding tiap weekend. Biasanya setelah riding memang saya upload foto-fotonya di Facebook Page atau di Instagram biar bisa diliat bareng-bareng hasilnya. Dengan menggunakan GoPro Hero3+ Black Edition yang dipasang di atas helm KYT Vendetta 2, Inside Helmet emang jadi punya hobi tambahan yaitu ngambil video atau foto riders lain. Dari mereka yang sering riding sampe yang nemu tiba-tiba di jalan, kalo hasilnya bagus pasti saya share deh! Walau enggak punya basic fotografi, tapi boleh lah diliat-liat fotonya Inside Helmet dan dikasi feedback. 🙂

Duo Yamaha R6 dan Ducati 999 di Monasco

Apa Ya Rasanya Jadi Fotografer di Grup Riding?

Seru dan menegangkan! Seru itu karena kita bisa ngambil video dan gambar sambil riding. Karena pake curve sedative mount yang dari GoPro, makanya bisa ditempel di atas helm deh, jadi tinggal nengok-nengok aja kalau ada yang lagi bagus. Setelah video udah diambil, biasanya di rumah saya nonton lagi dan screenshot hasil-hasil yang bagus.

Menegangkan itu karena selama ngambil gambar, jangan lupa harus fokus riding! Yang paling utama adalah tetap fokus riding dengan aman dan nyaman. Kalau memungkinkan baru bisa dibagi fokusnya untuk ngambil gambar temen-temen riders.

Alat Yang Dibutuhkan Oleh Riding Cameraman?

Alat yang pasti harus ada yaitu kamera dan mount-nya riders! Karena kalo cuma ada kameranya aja, agak susah dan beresiko untuk mengambil gambarnya. Kamera yang dipililih ada beragam pilihannya, tetapi yang Inside Helmet rekomendasikan adalah yang bertipe action camera. Action camera itu sendiri ada dari berbagai brand seperti GoPro, B-Pro, SJCam, Xiaomi Cam, Kogan, Drift, atau Sony Action Cam yang fungsinya lebih digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti riding motor, atau sepedahan, berenang, hiking, atau aktivitas lainnya yang memerlukan kamera dengan mobilitas tinggi.

Alat yang diperlukan untuk riding cameraman, Action Camera dan Mountnya

Hal lainnya yang juga diwajibkan adalah mount atau tunggangan kameranya. Biasanya action camera sudah didesign untuk bisa dipasang di berbagai tipe mount (yang terkadang juga sudah disediakan di dalam box-nya). Contoh-contoh mount yang bisa digunakan adalah sedative mount seperti yang ditempel di helm Inside Helmet, suction cup mount yang biasanya dipasang di fuel-tank atau windscreen si Beber, atau boleh juga chest mount sehingga action cam riders bisa dipasang di bagian dada sambil riding.

3 Tips Untuk Jadi Riding Cameraman

Walau bukan seorang cameraman atau fotografer profesional, tapi berdasarkan pengalaman dan juga melihat hasil-hasil baik dan buruk dari Inside Helmet, berikut yang bisa saya berikan tips and tricksnya:

  1. Jika kalian pengguna kamera dengan mode Widescreen (seperti GoPro), jarak objek menjadi lebih jauh di hasil video dari apa yang kita liat di mata kita. Maka dari itu, cobalah mengambil video dengan jarak lebih dekat dengan objek yang sedang difokuskan, tapi tidak direkomendasikan saat jalanan ramai atau jalanan memiliki gangguan karena dapat menyebabkan perubahan riding line riders lain yang takutnya malah bikin riding cameraman kagok.
  2. Gunakan kualitas dan FPS terbaik yang kamera riders punya. Preset yang biasa saya lakukan adalah 1080p super-wide & 60 FPS. Ini digunakan agar video yang diambil memiliki kualitas terbaik, dan berhubung kita dan riders lain bergerak terus, setting kualitas dan FPS lebih rendah akan memiliki resiko gambar yang lebih nge-blur. Jika ingin mengambil foto / gambar, sebaiknya diambil dahulu dengan video karena dari video itu sendiri pun, kita bisa menyimpannya menjadi foto / gambar dengan aplikasi print screen.
  3. Sebelum mulai, jangan lupa diset dulu angle action camera-nya agar gambar yang diambil pas posisinya. Kalau terlalu ke bawah malah merekam speedometer, kalau terlalu ke atas malah merekam langit. Jadi pastikan posisinya pas dengan cara melihat di layar LCD (kalau ada), gunakan aplikasi action camera (kalau ada), atau dicoba-coba sendiri di rumah kalau tidak ada 2 opsi sebelumnya.
Yamaha R25 di Kuningan
Ini angle kamera GoPro dengan posisi yang terlalu menunduk / melihat ke bawah sehingga gambarnya menjadi kurang sempurna.

Nah, begitulah riders sedikit sharing pengalaman jadi riding cameraman di grup riding weekend Inside Helmet. Biasanya setelah kita selesai merekam, video / fotonya disimpan dan dishare ke riders yang bersangkutan biar mereka bisa share di social medianya masing-masing. Yang terakir adalah, apakah yang kekurangannya untuk jadi riding cameraman? Kemungkinan yang sering terjadi adalah cameraman-nya enggak kedapetan jatah di video ataupun fotonya! Hahaha. Anyways, silahkan dicoba & kasi komentar kamu untuk pertanyaan atau tips-tips lain yang bisa riders share di Inside Helmet! Enjoy and Ride Safely!

Bonus! Monggo dicek foto-foto lainnya di bawah ini. 😀

Yamaha R6 Focus Shot dengan GoPro Hero3+ Black Edition

Kawasaki ZX6R Speed Shot Dengan Look Yang

Kawasaki ZX6R 636 Wheelie Shot

Kawasaki ER6N di Monasco

Ducati 999 Wide Angle Shot di Menteng

Kawasaki Ninja 250Fi Monasco

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here