Review Uber Indonesia 2015

0

 

Review Uber Indonesia 2015

Hello riders! Emang sih ini blog soal motor, tapi enggak ada salahnya bercerita sekali-sekali tentang jenis transportasi yang lainnya. Kali ini, saya bukan soal nyobain jenis motor baru, atau test drive mobil, tapi nyobain review transporasi umum! Nah lho? Ya lumayan lah, jarang-jarang juga kan disupirin. Hehe.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya saat hari Valentine 2015 ini, saya lagi kebingungan mau pergi dinner valentine dengan apa. Enggak mungkin naik motor karena takut hujan, mobil juga enggak avaliable di rumah, naik taksi aduhai bisa mahal karena macet di sana sini. Kebetulan waktu itu sering denger orang kantor pernah menggunakan aplikasi transporasi umum yang lagi mulai booming sekarang ini. Dan inilah review Uber Indonesia!

Apa sih Uber itu?

Oke, enggak ada salahnya untuk nyobain install Uber di handphone dan langsung registrasi saat itu juga. Uber bukan hanya di Indonesia lho, tapi sebelumnya sudah pernah ada sejak Maret 2009 di kota San Fransisco, California. Ternyata kalau kita mungkin menyebutnya taksi, tapi Uber sendiri memiliki nickname yang cukup beda; “Everyone’s Private Driver” adalah moto dari aplikasi transporation network ini. Wait, let’s go back.

Simulasi Menggunakan Pemesanan Uber Indonesia

Nah selesai diinstall, saya langsung daftar Uber aja karena kebetulan kan juga butuh transportasi waktu itu. Ternyata untuk menggunakan Uber, user wajib memiliki kartu kredit karena akan digunakan sebagai metode pembayaran otomatif, alias saat kita naik dan turun dari mobil Uber itu sudah tidak perlu ada transaksi secara fisik lagi. Bener-bener udah seperti naik mobil pribadi aja, karena mobilnya Uber pun juga tidak seperti taksi pada umumnya. Mobil Uber berupa minibus seperti Innova, Avanza, Fortuner, dan masih ada yang lain tergantung juga dari pilihan UberX (yang biasa) atau UberBlack (lebih mahal sedikit).

Daftar Uber Dapat Voucer Rp75,000

Bagaimana Cara Pemesanan Uber?

Selesai mendaftar, itu udah sore dan udah harus segera pesan Uber. Cara menggunakannya gampang, tapi jangan lupa dinyalain GPS / Location Service smartphonenya. Kita bisa dijemput di lokasi kita sekarang berdasarkan GPS / Location, atau bisa juga dijemput di tempat yang kita inginkan dengan cara pencet “Set Pickup Location” setelah mencari tempat kita mau dijemput. Setelah selesai menentukan tempat dijemput, kita tinggal tentukan ke mana kita mau diantar. (Tapi saat di perjalanan, tidak harus sampai di tempat tujuan itu. Boleh pindah lokasi atau berenti di tempat sekarang.) Nahh, di saat itu juga kita bisa cek estimasi biaya yang akan dikeluarkan (berdasarkan jarak dan kondisi jalan saat itu) dengan memilih Estimate Fare. Dan kalau udah oke, tinggal Request Uber deh, salah satu driver terdekat akan menerima request tersebut dan menjemput di lokasi yang udah ditentukan. Jika memang dibutuhkan, kita bisa menghubungi driver Ubernya via telepon atau SMS.

Sisanya? Tinggal menunggu dijemput, naik mobil, nikmati perjalanan yang cukup jauh dan macet, dan turun di restoran Bistronomy. Setelah sampai, driver Uber akan menghentikan servicenya, dan saya bisa memberikan review tentang drivernya dan juga melihat biaya yang harus saya bayar / ditagihkan ke kartu kredit. Kira-kira dari Cipinang sampai Bistronomy Senopati dengan kondisi macet dari MT Haryono gimana hayo? Cek gambar di bawah ini.

Harga Trip Dengan Uber Indonesia

Lumayan murah enggak sih? Kalo menurut saya ini cukup murah, soalnya ekspektasi saya tarif Uber sama dengan taksi yang kurang lebih dengan kondisi itu bisa sampai Rp70,000. Tapi ternyata deskripsi aplikasi mereka di Google Playstore untuk bisa lebih murah dari taksi memang terbukti. Haha.

Oke riders, setelah nyobain Uber, Inside Helmet juga mau kasih review!

Apa enaknya naik Uber?

  1. Tidak perlu ribet cari-cari di luar karena bisa dijemput di lokasi atau di tempat spesifik dengan bantuan GPS. Kita pun bisa menghubungi driver langsung dari aplikasi Ubernya (diarahkan ke aplikasi telepon atau SMS langsung ke nomor driver tersebut).
  2. Mobilnya tidak berupa mobil taksi / angkutan umum karena menggunakan jenis mobil pribadi (plat hitam). Saat naik dan turun dari mobil Uber, jadi serasa punya mobil pribadi gitu. 😛 Dan juga kapasitas mobil minibus (max 7) lebih banyak daripada taksi biasa (max 4).
  3. Tarif yang ditawarkan bisa lebih murah dibanding menggunakan taksi biasa. Tarif awal Uber adalah Rp3,000.
  4. Pembayaran instan dengan kartu kredit, jadi tidak ada transaksi fisik lagi. Semua data perjalanan bisa dilihat di aplikasi atau di website juga.
  5. Fitur split-fare, membagi rata pembayaran Uber dengan pengguna Uber lainnya. Jadi di kartu kredit nanti sudah dibagi rata.

Apa yang kurang enak dari menggunakan Uber?

  1. Untuk mendaftar, user Uber diwajibkan menggunakan kartu kredit. Rata-rata orang yang saya tawarin agak ragu karena harus menggunakan kartu kredit mereka. Mungkin ke depannya bisa menggunakan metode lainnya seperti menggunakan pulsa atau Debit Card.
  2. Jika di daerah kita tidak ada driver Uber, kita tidak bisa merequest Uber Driver di daerah lain. Mungkin nanti armadanya ditambah ya.
  3. Tidak adanya fitur untuk mengecek tarif yang sedang berjalan. Jadinya, kita baru tau tarif sebenarnya setelah sampai di tujuan. Mungkin bisa ditambahkan fitur real-time tariff agar user juga mengecek jumlah yang harus dibayar sekarang ini.

Secara overall, Uber adalah aplikasi transportasi yang bisa dibilang inovatif di dunia transportasi umum, terutama di Indonesia. Mungkin beberapa dari riders juga sudah pernah menggunakan aplikasi pemesanan taksi yang cukup terkenal seperti Blue Bird atau Express Taxi, tapi boleh juga dicoba Ubernya dengan kode pendaftaran referal m88on, lumayan kalian (dan saya :P) dapat free Rp75,000 voucher juga! Biar berasa seperti naik mobil sendiri sama supir pribadi. Hehe. 😛 Semoga review Uber Indonesia ini bermanfaat buat yang mau nyobain yaa. Enjoy and Ride Safely!

Cara mendaftar Uber Indonesia dan dapat voucher gratis

Promo Uber Free Dari dan Ke Kuningan 2015
Mayan nih promo gratis pakai Uber dari/ke Kuningan sampai 1 Maret 2015

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here