Review Spion Jalu Untuk Motor

0

Hello riders! Tetap semangat riding walau musim ujan udah tiba ya. šŸ˜› Kali ini Inside Helmet mau kasih review spion jalu (atau dalam bahasa kerennya bar end mirrors) waktu minjem Yamaha Aerox 155 punya temen nih. Yuk disimak.

Motor dan Pemasangan Spion Jalu Untuk Review

Ok, kalo bicara kondisi kita mulai dari motornya dulu aja. Untuk merk spion jalu itu sendiri bukan dari brand ternama (medium quality) dan jenis motor yang saya gunakan untuk review spion jalu adalah Yamaha Aerox 155.

Dari model motor itu sendiri, duduknya cukup tegak dan jarak antara pandangan mata ke stang motor juga cukup tinggi. Dan kalo dari segi spion jalunya, kebetulan dipasangkan mengarah ke bawah, bukan ke atas.

Estetika Motor Saat Dipasang Spion Jalu

Keren! Untuk sebagian motor akan terlihat lebih keren untuk menggunakan spion jalu. Karena pada dasarnya, menggunakan spion standar dari pabrikan terlihat besar dan kaku.

Spion jalu memberikan kesan yang minimalis dan juga sporty, makanya diminati oleh banyak riders di Indonesia khususnya pada sekmen motor sport atau classic (seperti cafe racer).

 

Bentuk spion jalu pun ada yang berbentuk bulat dan juga ada berbentuk seperti spion standar (agak lebih kecil) tetapi diletakkan di bar end (jalu). Tinggal gimana selera riders dan keperluan riders aja kalo misalkan mau menggunakan spion jalu ya.

Mobilitas Dengan Spion Jalu

Jika dilihat dari mobilitas, atau kelincahan, atau dari segi nyelap-nyelip, sejujurnya spion jalu ini membuat stang motor menjadi lebih panjang, sehingga harus lebih berhati-hati ketika melalui lalu lintas yang macet, sehingga spion jalu tidak menggores atau menabrak kendaraan lainnya.

Maka dari itu, rata-rata pengguna spion jalu akan menutup kedua spionnya di kala melintasi jalanan yang macet agar lebih mudah bergerak.Ā Mungkin kalo riders menggunakan spion jalu yang cerminnya condong ke dalam (bukan keluar seperti yang digunakan Aerox ini) akan lebih mudah mobilitasnya karena tidak terlalu menambahkan panjang dari handle bar motor itu sendiri.

Spion Jalu Model Ke Dalam

Tetapi untuk kondisi jalanan yang lancar, menggunakan spion jalu tidak memberikan efek yang cukup signifikan di dalam hal mobilitas motor.

Field of View Dengan Spion Jalu

Nah untuk review dari pandangan di spion jalu, mungkin juga karena spion jalu yang direview ini lumayan kecil, jadi kemungkinan besar dengan model yang berbeda reviewnya bisa beda yaa.

Jujur, antara Inside Helmet yang kurang terbiasa atau memang spion jalu ini agak susah untuk diliat. Karena spion jalu biasanya cenderung lebih kecil, maka apa yang bisa kita liat di spion jalu juga terbatas. Apalagi waktu ngetes dalam kondisi di malam hari, sehingga semakin sulit untuk melihat kondisi lalu lintas di belakang motor dengan spion jalu.

Di satu sisi lain adalah, karena spion jalu ini dipasang di Yamaha Aerox 155 yang notabene posisi ridingnya cukup tegak, maka untuk ngeliat spion jalu pandangan mata pun harus nunduk dan menjadi tidak fokus untuk ngeliat jalanan di depan kita.

Mungkin juga akan berbeda jika spion jalu tersebut digunakan di motor sport yang nungging, sehingga posisi kepala ke handlebar pun tidak jauh dan hanya dengan lirikan saja kita sudah bisa melihat spion jalunya.

Kalo kata yang punya sih, ini juga karena spion jalu dipasang mengarah ke bawah, mungkin juga akan lebih mudah diliat jika mengarah ke atas (tapi Inside Helmet belom cobain :P)

Apakah Menggunakan Spion Jalu Bisa Ditilang Polisi?

Nah, ini nih yang seringkali jadi kontroversi. Kenapa tuh? Soalnya tidak ada peraturan yang sebenarnya spesifik membicarakan tentang modifikasi spion jalu.

Yang ada hanya polisi berhak menilang jika motor tidak sesuai dengan “standar” yang ditentukan di Indonesia. Kembali lagi nih soal si “standar” yang sebenarnya tidak spesifik dan rancu.

Selama ini menurut pengalaman dari riders yang pake spion jalu, ya ada yang ditilang dan ada juga yang lolos. Jadi memang semuanya masih agak rancu..

Bagi kalian yang ingin menelusuri ini lebih lanjut, bisa juga cari beragam referensi seperti yang saya dapatkan di website ini ya. Atau kalau mau liat info lainnya soal peraturan berkendara coba liat di link ini.

Apakah Spion Jalu Recommended?

Kalo dari Inside Helmet sih belum nemuinĀ interestĀ untuk pake spion jalu di Suzuki GSXR-600 ataupun di Honda Vario punya Inside Helmet. Tapi kalo nanti punya motor classic macem Kawasaki W175 sih boleh juga tuh. šŸ˜›

Review jujurnya waktu minjem Aerox temen yang pake spion jalu adalah: agak susah ngeliatnya dan susah untuk nyelap-nyelip di kala macet karena stang menjadi lebih panjang.

Jadi kalo misalkan riders tidak memiliki masalah untuk kondisi tersebut, sebenarnya sih motor emang jadi keliatan lebih simple dan sporty. Tapi kalo urusan tilang menilang itulah yang Inside Helmet ga bisa konfirmasikan secara jelas 100% yaa. Use it with your own risk!

Gimana pendapat kalian tentang spion jalu? Mungkin yang udah pake boleh juga sharing pengalamannya di sini riders!

"Ride Outside, Write Insight" Pria kelahiran 13 Agustus 1990 ini memiliki hobi seputar motor dan juga blogging. Bekerja di dunia digital marketing juga membuat Arvy lebih senang mendalami content marketing. Sekarang ini, Arvy sedang menggunakan Suzuki GSX-R600 tahun 2008 sebagai motor "hobi"nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here