Review GoPro Hero3+ Black Edition. Puas!

0

Di beberapa konten sebelumnya, mungkin riders yang pernah baca ngeh kalo Inside Helmet sering menggunakan GoPro buat video dan foto. Action camera satu ini bisa dibilang one of the best action camera yang sering dipake orang buat kegiatan-kegiatan seperti driving, riding, surfing, skateboarding, hingga traveling! Pas pertama kali dipake dan dilihat hasilnya, emang harga enggak pernah bohong si… View widescreen jernih dan suara yang jelas menjadi keunggulan si GoPro Hero3+ Black Edition.

Perlu diketahui, sebenarnya sekarang ini versi GoPro terbaru adalah GoPro Hero4. Bedanya sama Hero3+  tentunya di kualitas gambar (hingga 4K30), ketajaman warna, dan juga white balancing yang kerap jadi sedikit masalah di versi sebelumnya. Selain itu juga ada fitur video tagging dan auto low-light setting yang bikin greget pengen nyobain Hero4. 😀 Nah, pengalaman saya berbulan-bulan menggunakan action camera membuat Inside Helmet kini pengen bikin review GoPro Hero3+ Black Edition.

First Impression! Kesan Pertama Saat Ngeliat GoPro.

Isi GoPro Hero3+ Black Edition

 

Kalo soal video camera, sebelumnya pernah punya waterproof camera dari Sanyo (ya, Sanyo, yang biasanya jual mesin cuci itu). Biasanya itu dulu dipake untuk ngerekam latian dan performance bboy, sayangnya sekarang entah ada di mana itu kamera. 😛 So, berawal dari hadiah, kesan pertama ngeliat GoPro Hero3+ Black Edition sih pastinya woah banget. Packaging yang cukup compact dengan tampilan kameranya di atasnya. Bagian bawahnya diisi dengan aksesoris pendukung GoPro seperti 2 tipe 3M Adhesive (flat & curved), camera mount, WiFi Remote, kabel data dan adapter charger. Selain itu, ada juga suction cup dan tripod mount yang dijual terpisah dari basic package GoPro Hero3+ Black Edition.

Hasil Video dan Foto dari GoPro Hero3+ Black Edition

Kualitas video yang digunakan waktu itu adalah 1080p (karena 4K terlalu besar untuk diplay di monitor komputer saya) dengan wide screen setting dan 60fps. Waktu itu sempat merekam perjalanan ke kantor dengan Honda Vario 125 ISS, dan hasilnya emang bikin mata puas banget! Tetapi dengan gambar jernih dan suara yang halus, terkadang memang saat mulai riding lebih cepat atau ada angin kencang, rekaman pun jadi bising dengan suara-suara angin. Walaupun begitu, salah satu solusi untuk masalah suara/noise angin adalah dengan menggunakan kabel mikrofon eksternal. Beberapa setting lain yang bisa digunakan adalah 720p dan ternyata kualitasnya masih terjaga.

Hasil screenshot GoPro Hero3+ Black Edition

 

Selain video, hasil jepretan foto dari kamera 12MP juga cukup memuaskan. Tetapi ada juga trik merekam video lalu dicapture di komputer, sehingga dari view video 1080p wide screen bisa disave menjadi suatu foto. Trik ini cukup repot karena harus melakukan screenshot pada video tersebut lalu disave dengan aplikasi paint (atau gunakan Jing untuk lebih mudahnya).

Kelebihan dan Kekurangan GoPro Hero3+ Black Edition

Setelah puas ngerekam, nah saatnya kita bahas kelebihan dan kekurangan action camera satu ini:

Kelebihan GoPro Hero3+ Black Edition:

  • Kualitas video dan suara yang enggak ada duanya. GoPro memang sudah terkenal dengan action camera dengan kualitas gambar terbaik.
  • Bentuknya simple dan ukurannya sangat pas untuk dibawa kemana-mana maupun ditempel di helm atau motor (bisa juga ditempelin ke tongsis).
  • Banyak aksesoris dari 360 mount, suction cup, chest mount, hingga pengamanan kamera yang jarang didapat di action camera lainnya.
  • Penggunaan sangat mudah disupport dengan GoPro Studio sebagai free video editing software.

Kekurangan GoPro Hero3+ Black Edition:

  • Waterproof case yang diberikan tidak memiliki akses untuk mencolok kabel mikrofon eksternal. Untuk bisa menggunakan kabel tersebut, waterproof case harus dibolongkan terlebih dahulu atau membeli lagi frame GoPro (tidak waterproof).
  • Untuk menggunakan kabel mikrofon eksternal pun harus memiliki kabel converter dahulu.
  • Tidak adanya LCD sehingga tidak bisa memastikan posisi terlebih dahulu (harus menggunakan GoPro App di smartphone riders untuk melihatnya).

Gimana riders? Udah mulai kebayang dong kualitas dari action camera yang satu ini? Harganya semenjak versi barunya masuk emang mulai turun sih, kalo harga GoPro Hero4 Black Edition itu sampai 7jutaan, harga GoPro Hero3+ Black Edition kini sekitar 5jutaan.

Hasil view GoPro Hero3+ Black Edition dari belakang

 

Nahh… Kemarin ini sedikit nyobain hal baru, kebetulan si Chiqni juga baru beli action camera yang mirip sama GoPro, dan kita saling ngerekam waktu itu. GoPro ditempelkan di belakang motor Yamaha R6, dan action camera yang satu lagi ditempel di atas helm saya. Keduanya disetting untuk kualitas 1080p, bentuknya mirip, dan yang paling signifikan bedanya adalah GoPronya tidak punya LCD belakang. 🙁 Anyways, beginilah pengalaman Inside Helmet menggunakan GoPro Hero3+ Black Edition. Sebenernya dibandingin sama Hero4, lebih penasaran lagi sama Drift Ghost HD yang katanya lebih enak digunakan untuk Motovlogging. 🙂 Semoga reviewnya memberi pencerahan buat yang lagi cari action camera ya, terutama yang lagi mau tau dan penasaran soal GoPro! Enjoy and Ride Safely!

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here