Pajak Mati 2 Tahun Kendaraan Dipastikan “Bodong”!

0

Halo riders, kembali di Inside Helmet dan untuk topik kali ini, Inside Helmet mau bahas soal peraturan yang beberapa bulan baru diinformasikan kepada publik perihal pajak kendaraan bermotor yang mati 2 tahun akan dianggap bodong! Nah lho, gimana nu ceritanya? Nyuk disimak.

Cara Balik Nama Motor

Kendaraan yang pajak 5 tahunannya mati selama 2 tahun terancam dihapus dari registrasi & identifikasi

Nah lho nah lho, jadi kalo menurut peraturan Kapolri No. 5 Tahun 2012 perihal Registrasi dan Identifikasi Kendaraan, kalo diliat dari Pasal 110 ayat (1) huruf B peraturan ini menyebutkan kendaraan bermotor yang sudah diregistrasi dapat dihapus dari daftar Regident Ranmor atas pertimbangan pejabat Regident Ranmor.

Spesifik di ayat (3) pada pasal itu ternyata menjelaskan jika penghapusan dari daftar Regident Ranmor atas dasar pertimbangan pejabat di bidang Regident Ranmor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf B dilakukan jika kendaraan bermotor, yang sudah melewati 2 (dua) tahun sejak berakhirnya masa berlaku STNK, tidak dimintakan Regident Perpanjangan.

Ingat, ini soal pajak 5 tahunannya ya riders

Jadi biar enggak pada bingung dan salah pengertian, ternyata yang dimaksud ini adalah pajak 5 tahunannya yang sesuai dengan UU no.22 tahun 2009 pasal 70 ayat 1. Dalam pasal tersebut tertulis, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berlaku selama 5 (lima) tahun, yang harus dimintakan pengesahan setiap tahun.

Memang sih ini bukan menyangkut pajak yang kita bayarkan setiap tahun, tapi tidak menutup kemungkinan juga lho kalo ke depannya peraturan ini bisa berlaku pada pajak tahunan kendaraan bermotor. Biar yang bandel-bandel pada bayar pajak!

Apa yang akan terjadi sama kendaraan yang tidak diregistrasi ulang lebih dari 2 tahun?

Kendaraan bermotor tersebut akan bisa dihapus dari data registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor di Indonesia lho! Jadi STNK, BPBK, dan nomor plat pun sudah tidak ada artinya lagi.

Untuk prosesnya sih setau Inside Helmet harus ada teguran terlebih dahulu kepala pemilik motor, jika tidak ada tanggapan yang baik, poof! ilang deh dari database. 😛

Apa yang harus riders lakukan menanggapi hal ini?

Tentunya riders harus taat bayar pajak ya, namanya juga kita menggunakan jalan umum yang dibangun oleh pajak (kita kesampingkan dulu soal korupsi-korupsian yaa) maka dari itu alangkah baiknnya kita juga membayar pajak kendaran bermotor ya.

Terus kalo riders lagi cari kendaraan bermotor yang second-hand alias bekas, baiknya dicek baik-baik tuh soal pajak-pajakan, biar nantinya riders ga pusing sendiri! Namanya juga penjual, kan ada aja mungkin yang diem-diem ga kasih tau yang penting barang laku. Namanya juga manusia!

Plus, di jaman sekarang, Inside Helmet juga udah liat ada beberapa aplikasi atau perusahaan yang nge-develop sistem jual beli untuk kendaraan bermotor bekas, kayak yang dibuat oleh Adira Finance yaitu momobil.id untuk mobil dan momotor.id. Bukan influencer mereka, tapi setidaknya Inside Helmet bisa menilai bahwa sistem ini tentunya dibuat untuk mempermudah masyarakat menemukan kendaraan bermotor bekas yang kondisinya baik (setidaknya dari segi surat-suratnya gada masalah), jadi gada salahnya kalo memang ingin menggunakan jasa mereka (OTO Finance juga ada kalo ga salah).

Begitulah riders, semoga para pembaca di Inside Helmet tipe-tipe riders yang taat bayar pajak tahunan dan lima tahunan yaa. Tapi kalo misalkan bukan, share yuk alasan kalian emangnya kenapa sih? 😀

"Ride Outside, Write Insight" Pria kelahiran 13 Agustus 1990 ini memiliki hobi seputar motor dan juga blogging. Bekerja di dunia digital marketing juga membuat Arvy lebih senang mendalami content marketing. Sekarang ini, Arvy sedang menggunakan Suzuki GSX-R600 tahun 2008 sebagai motor "hobi"nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here