October 2015 Jakarta Macetfestival!

0

Macet Jakarta Oktober 2015 di Sudirman

Memulai minggu-minggu awal Oktober ini rasanya dipenuhi dengan perubahan drastis nih riders. Bukan dari blog Inside Helmetnya, tapi dari ibu kota DKI Jakarta! Yap, terutama di bagian jalanan kota Jakarta ini! Perubahan apa tuh?

Jakarta Terasa Makin Macet, Banget!

Soal ini, kayaknya sih enggak cuma saya dan temen-temen di kantor yang ngerasain, mungkin beberapa dari riders juga mulai merasakan macet yang makin menjadi-jadi. Secara waktu tempuh, tadinya dari daerah Duren Sawit ke Sudirman dengan sepeda motor biasanya kurang lebih 1 jam (berangkat sekitar jam 7 dan 9 pagi), dari hari Senin 5 Oktober 2015 kemarin waktu tempuhnya tiba-tiba berubah menjadi kurang lebih 1.5 – 2 jam dengan sepeda motor. Dan itu pun terus terjadi sampai hari ini.

Macet total di Jakarta bulan Oktober 2015

Kenapa Bisa Macet Ya?

Saya bukan ahli Macetologi sih, tapi secara penglihatan sekilas, jumlah kendaraan dari mobil hingga motor kerasa bertambah banyaknya. Dari yang biasanya walau macet masih ada sepetak jalur di bagian kiri jalan untuk motor jalan sedikit-sedikit, sampe motornya di jalur tersebut harus berenti total untuk beberapa detik hingga menit. Dan menurut pantauan berita juga, Ahok menyebutkan bahwa pertambahan kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta aja mencapai 2.8 juta! Bayangin aja Jakarta yang segitu-gitu aja tapi motor dan mobilnya terus bertambah dengan angka yang cukup besar. Mungkin consumer buying power sudah melebihi kapasitas kota Jakarta itu sendiri.

Nah tidak stop di situ penyebabnya, karena bukan hanya pertambahan kendaraan motor itu sendiri riders, tapi juga dibarengi sama pengerjaan infrastruktur jalan dan juga transportasi masal di beberapa titik di Jakarta. Beberapa contoh yang paling kelihatan adalah pembangunan mass rapid transit (MRT) yang keliatan banget kalo lagi lewat Jalan Jendral Sudirman, light rail transit, penambahan 6 ruas tol dalam kota, penambahan koridor transjakarta, pembangunan jalan layang non-tol yang ada di Tendean, pembangunan jalan layang di Jalan Jendral Gatot Subroto, dan perluasan jalan di depan Kota Kasablanka yang dari macet jadi macet banget!

Macet parah di depan Sahid Sudirman Center

Jeger! Penambahan kendaraan bermotor ditambah pengerjaan infrastruktur jalan di Jakarta lah yang mungkin membuat beberapa dari kita merasa kenapa makin ke sini (terutama Oktober 2015) semakin macet. Tapi enggak apa-apa riders, yang sabar dulu aja untuk beberapa waktu ini karena nanti setelah semuanya selesai di periode waktu yang sama, kita semua bisa mulai menikmati perubahaanya. Kali aja Inside Helmet jadi bisa dengan mudah naik kendaraan umum di Jakarta seperti waktu di Bangkok kemarin. 😛

Apa Yang Bisa Riders Lakukan Atas Kemacetan Ini?

Mengeluh, marah, dan menyalahkan ternyata tidak memberikan dampak positif apapun, yang pasti enggak membuat Jakarta mendingan dari macet untuk sekarang ini. Nih tips biar bisa melalui kemacetan-kemacetan Jakarta yang makin semerawut dan musim hujan yang mulai memberikan teaser-teasernya:

  1. Berangkat lebih pagi, pulang lebih malam
    Seperti yang pernah dibahas di post sebelumnya, berangkat lebih pagi itu ada beberapa manfaatnya. Yang terutama antara lain kita enggak kena macet, riders pun enggak emosi karena kemacetan, dan yang pasti bisa menghemat bensin motor! Memang sih butuh pengorbanan lebih karena harus bangun lebih pagi dan jadinya pulang bisa lebih malam juga karena nunggu macet yang masih parah, tapi itulah pilihan antara kena macet atau enggak yang paling bisa riders lakukan untuk saat ini.
  2. Pakai masker berlapis karbon
    Nah, ini saya pernah baca di blog pak polisi yang sempet ngomongin tentang masker karbon. Karena banyak petugas yang harus menjaga jalanan kota yang sibuk, enggak jarang beberapa dari mereka merasa cepat pusing dan juga cepat naik pitam dikarenakan harus menghirup udara polusi yang kurang sehat dari kendaraan bermotor. Untuk itu, dengan menggunakan masker berlapisan karbon inilah yang akan bertugas menyaring & menyerap racun-racun berbahaya dari polusi yang dihirup sehari-hari. Masker biasa mah enggak mempan riders dari polusi berbahaya! Kebetulan masker yang saya pake kebetulan sama dengan punya pak polisi itu, yaitu masker karbon bermerk Maskr yang dapat dibeli dengan harga Rp25,000 – Rp30,000 (tergantung penjual).
  3. Sedia jas hujan walau keliatannya panas terik
    Kalo yang ini, sering banget akhir-akhir ini ngeliat riders yang kurang kesiapan. Walaupun cuaca masih panas aduhai dan terik berhari-hari, tapi sebenarnya sekarang ini kita sudah memasuki musim hujan lho riders! Beberapa hari yang lalu sempat ada hujan hingga badai dan salah satunya yang membuat mobil Jazz di ITB tertimpa pohon itu! Daripada akhirnya sampe nunggu basah-basahan di bawah kolong jembatan atau di halte bus, mendingan dari sekarang siapin deh tu jas hujannya. Untuk yang punya motor dengan bagasi seperti Vario saya, pasti gampang untuk menyimpan jas hujan tersebut. Harga jas hujan itu bervariasi tergantung dari bentuk, bahan, dan merknya (sekitar Rp50,000 sampai Rp300,000 juga ada). Tapi Inside Helmet rekomendasikan jangan membeli jas hujan ponco saat naik motor karena sangat berbahaya jika jas hujannya nyangkut di ban motor kita sendiri atau orang lain!

Masker merk Maskr dengan lapisan karbon di dalamnya.

Nah begitulah riders, update sekilas dari Inside Helmet tentang pengalaman macetnya di Oktober 2015 ini. Bener-bener kaget sih ngerasainnya, tapi mau gimana lagi. Yang sabar-sabar aja, mungkin ada alternatif lain seperti pindah kosan yang lebih dekat atau lainnya, tapi yang pasti kalo itu bisa membuat riders lebih nyaman sehari-hari, why not kan? Semoga pengerjaan pembangunannya lancar biar targetnya tercapai tepat waktu di 2018! Mungkin ada riders yang ingin menambahkan info yang masih kurang lengkap tentang lokasi renovasi jalan, silakan add comment di bawah ya! Enjoy and Ride Safely!

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here