Cara Menyimpan Motor di Ruang Terbuka Yang Aman

0

Hello riders, back again with Inside Helmet di sini dan hari ini saya ingin membahas tentang cara menyimpan motor di luar atau ruang terbuka yang aman nih.

Tips Parkir Motor di Ruang Terbuka

Pada umumnya motor yang kita sayang-sayang ini yang fungsinya ada yang untuk mencari uang dan ada yang untuk membuang uang (alias si motor hobi :P) biasanya memang diparkirkan atau disimpan di ruang terutup atau setidaknya beratap.

Tapi apa jadinya jika daerah tempat tinggal riders memaksakan untuk mengharuskan kalian menyimpan motor dia luar rumah / apartemen atau di ruang terbuka.

Lho kok bisa? Di beberapa kasus mungkin saja terjadi, seperti motor saya yang diparkirkan di apartemen. Kalo di situ, kasusnya memang karena pihak apartemen belum menyediakan gedung parkir atau penutup di tempat parkir motor dan mobil.

Alhasil, motor harus terletak di ruang terbuka dan bisa terkena hujan, panas terik, atau benda-benda lain seperti ranting pohon!

Kalo situasinya sudah seperti ini, apakah yang harus dilakukan riders untuk bisa menyimpan motor di ruang terbuka? Inside Helmet mau coba share beberapa tips di sini.

Cara Aman Menyimpan Motor di Ruang Terbuka

Untuk bisa dengan aman menyimpan motor kesayangan kita ini di luar rumah / apartemen / gedung parkir alias di ruang terbuka, ada beberapa benda yang sangat disarankan buat riders beli.

Sarung Motor

Sarung motor rasanya sudah menjadi barang wajib yang dimiliki kalo riders mau memarkirkan motornya di luar. Terkadang saat kita menyimpan motor di dalam rumah yang tertutup pun tidak ada salahnya untuk ditutup dengan cover motor tersebut.

Fungsi cover motor ini bisa menjadi tameng pertama dari benturan atau gesekan apapun dari luar seperti kerikil, ranting, atau juga motor lain yang mungkin diparkirkan di sebelah motor riders.

Tips Menyimpan Motor di Luar Rumah dengan sarung motor atau cover motor
Simsalabim!

Selain itu, cover motor juga berfungsi untuk menjaga motor dari debu, teriknya panas matahari, dan juga basah-basahan air hujan (walau kalo hujan deres tembus juga kadang-kadang).

Harga sarung motor yang bisa riders beli pun bervariasi, ada yang dari Rp100,000 hingga juga ada yang Rp400,000. Nah kalo Inside Helmet sendiri menggunakan kombinasi keduanya.

  1. Cover motor parasut membungkus bagian jok belakang dan jok depan untuk menghindari tikus / kucing yang bisa menyelinap naik dan mencakar jok.
  2. Cover motor poliester membungkus motor secara keseluruhan, karena tekstur dan bahan yang tebal akan lebih menjaga motor dibandingkan hanya yang bahan parasut.

Gembok Cakram (Disk Brake Lock) atau Gembok Tebal

Selain sarung motor, yang satu ini rasanya sudah tidak perlu diragukan ragi. Kasus pencurian sepeda motor kerap sering kita dengan atau tonton juga video CCTVnya di social media. Ini menjadi pertanda bahwa kita harus benar-benar menjaga keamanan motor tidak hanya dari benda-benda, tapi juga dari manusia!

Motor dengan sangat mudah dijebol kuncinya oleh si maling sehingga pencurian motor bisa terjadi dalam hitungan di bawah dari 10 detik! Setelah kunci dibobol, karena tidak ada pengamanan lainnya, motor pun dengan mudah dibawa kabur…

Disk brake lock alarm

Nah di sini fungsi dari gembok cakram atau disk brake lock. Gembok ini berfungsi untuk mencegah motor dapat dijalankan dengan cara didorong ataupun dengan mesin menyala, karena gembok akan menahan roda berputar.

Tidak harus dengan disk brake lock, riders pun sebenarnya bisa juga menggunakan gembok pagar, tapi disarankan gembok yang tebal dan terjamin kualitasnya (mahal dikit gapapa lah…)

Selain gembok, riders juga bisa mencoba semacam rantai atau tether yang dapat dikaikan ke tiang ataupun benda lainnya yang menempel. Ini juga berfungsi agar motor tidak gampang digotong oleh si maling.

Kamper

Nah yang terakhir ini, mungkin riders ada yang bingung, kenapa harus kamper? Jangan salah, parkir di luar artinya riders harus siap menerima bahwa bisa ada tikus atau serangga lain yang “mampir” di motor kesayangan kalian.

Seperti di apartemen saya, sudah pernah kejadian yang namanya buka sarung kegigit kelabang dan juga buka sarung ketemu tikus segede gaban ngumpet di roda belakang.

Setelah kejadian-kejadian inilah akhirnya saya memutuskan membeli kamper untuk diletakkan di ban dan juga di sekitaran motor. Setelah menggunakan kamper, sudah tidak pernah ada lagi kejadian aneh atau kerusakan kecil yang dilakukan oleh binatang-binatang ini.

Apalagi kalo tikus, doyan banget gigitin kabel! Udah beberapa kali kejadian di motor matic penghuni lain di apartemen. 🙁

tikus

Benda-benda inilah yang bisa membantu riders dalam penyimpanan motor yang aman di ruang terbuka. Namanya juga ruang terbuka, biasanya minim dengan struktur yang dapat melindungi motor kita, maka dari itu dari kita sendiri lah yang bisa berinisiatif melindungi motor kita.

Toh biasa menunggu gedung parkir atau pihak managemen perumahan atau apartemen terkadang tidak cepat dalam menanggapi kekhawatiran pemilik motor. Mungkin dipikir “hanya motor” kali ya…

Teknik Lain Menyimpan Motor di Ruang Terbuka

Selain dari barang-barang yang disebutkan di atas, tips untuk menyimpan motor di luar atau ruang terbuka adalah dengan cermat menentukan lokasi parkir.

Walau tidak bisa 100% selalu berhasil tetapi hal-hal simple seperti memilih lokasi yang tidak di bawah pohon dengan resiko ranting jatuh atau memarkirkan motor di dekat pos security sehingga dengan mudah bisa diawasi.

Dan yang pasti, jagalah relasi yang baik dengan security dan penghuni lainnya, sehingga tercipta suasana saling menghargai biar semua pihak saling bantu dalam menjaga kendaraan yang kita parkirkan.

Kalo sampe kejadian ada penghuni atau tamu yang berkunjung ke sana dan secara sengaja atau tidak sengaja melakukan pengrusakan terhadap motor kesayangan riders, janganlah terpancing emosi berlebihan dan selesaikanlah dengan baik-baik.

Saya pun baru aja kena baret di apartemen karena ada pemilik sepeda yang memarkirkan sembarangan di sebelah si GSX-R600 (Padahal lagi nulis konten beginian) 🙁 Sekarang sudah koordinasi dengan security dan nantinya akan saya ajak ngomong baik-baik.

BOK YA SALING MENGHARGAI DAN HATI-HATI. SAYA ENGGAK PERNAH MACEM-MACEM KE ANDA, TAPI SAYA YANG DIRUGIKAN DI SINI.

Akhirnya saya bawa ngungsi dulu si Suzuki GSX-R600 ke tempat yang lebih baik sementara apartemen belum ada solusi yang baik untuk parkiran motor.

Parkir Motor di Dalam Rumah

Tapi kalo kerusakan masih sekedar baret ringan, masih bisa melakukan reparasi menghilangkan baret pada motor seperti di konten iniEnjoy and Ride Safely!

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

"Ride Outside, Write Insight" Pria kelahiran 13 Agustus 1990 ini memiliki hobi seputar motor dan juga blogging. Bekerja di dunia digital marketing juga membuat Arvy lebih senang mendalami content marketing. Sekarang ini, Arvy sedang menggunakan Suzuki GSX-R600 tahun 2008 sebagai motor "hobi"nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here