Cara Mengurus Balik Nama Motor

6

Cara Balik Nama Motor

Hello riders! Kembali di Inside Helmet dan kali ini IH mau berbagi informasi bagaimana cara mengurus balik nama motor. Dan ini cara yang normal lho ya, tidak menggunakan calo atau “orang dalam”.

Pertama-tama yuk kita bahas dulu siapa sih yang butuh proses balik nama motor. Tentunya adalah riders yang beli motor second dari orang lain dan STNKnya masih atas nama orang tersebut.

Proses balik nama motor itu sendiri sebenarnya bisa dilakukan setelah pembelian motor second (setelah mendapatkan BPKB dan STNK aslinya) atau bisa juga dilakukan menjelang habis masa tahunan STNK tersebut.

Nah kalo riders beli motor yang pajaknya mati, lebih baik minta tolong pemilik sebelumnya untuk melunasi penunggakan perpanjangan STNK tersebut, karena STNK harus dalam keadaan “lunas” terlebih dahulu sebelum dapat dilakukan balik nama motor.

Okeh, kalau misalkan proses pembelian sudah lancar, yuk ikuti proses-proses cara balik nama motor.

Apa Yang Harus Disiapkan Untuk Balik Nama Motor di Samsat?

Mengurus balik nama motor memerlukan beberapa hal penting yang harus dibawa ke Samsat, dan riders diwajibkan untuk membawa barang-barang ini:

1. Fotokopi KTP pemilik baru (dan fotokopi KTP pemilik lama jika ada)

Bawalah fotokopi KTP dengan nama yang ingin kita tuju sebagai pemilik yang baru. Perlu diperhatikan bahwa sekarang ini pajak progresif sudah menghitung dari Kartu Keluarga lho riders.

Jadi menggunakan nama kakak/adik/ayah/ibu/istri/anak sudah enggak mempan lagi! Dan jika ada, bawalah fotokopi KTP pemilik lama walaupun sekarang sudah bisa balik nama tanpa bawa KTP pemilik lamanya.

2. BPKB yang asli dan fotokopi

Bawa juga BPKB asli & fotokopi yang sekarang masih atas nama pemilik lama itu. Di sini akan ada informasi mengenai jenis motor tersebut dan juga identitas-identitas motor seperti nomor rangka dan nomor mesin motor.

Dan jika motor riders beli dengan leasing, pastinya BPKB ada di tangan perusahaan leasing tersebut dong. Jadinya riders antara harus meminta pinjam BPKB dari leasing (jika dizinkan) atau biasanya leasing yang akan membantu proses balik nama tersebut (dan biasanya ada biaya jasa).

3. STNK yang asli dan fotokopi

Selain BPKB, riders juga harus menyerahkan STNK asli & fotokopi yang masih atas nama pemilik lama tersebut. Jangan lupa pastikan nomor rangka dan nomor mesin yang ada di motor, STNK, dan BPKB sama ya.

4. Bukti jual beli motor yang telah disertai materai Rp 6,000

Sebagai tanda bukti bahwa motor ini dijual dan bukan dari hasil kriminal, bawa juga bukti jual beli motor (bisa dengan kuitansi biasa) yang menjelaskan jenis motor, warna, tahun pembuatan, nomor rangka, dan nomor mesinnya.

Setelah itu, sertakan juga materai Rp 6,000 yang ditandatangani oleh pemilik lama tersebut. Jadi kalo bisa bikin kuitansinya pas proses jual beli motor ya riders!

5. Bawa uang untuk bayar pajak motor dan pajak balik nama

Nah ini yang juga paling penting, jangan lupa bawa uang ya! Karena riders harus bayar pajak tahun itu dan juga pajak balik nama (dan nominalnya bisa dilihat dari STNKnya)

Cara Mengurus Balik Nama Motor

  1. Saat tiba di Samsat, bawalah motor riders ke tempat pengecekan fisik terlebih dahulu sebelum pergi ke loket manapun. Kalo datengnya kesiangan, biasanya ini udah ngantri cukup panjang, jadi dateng pagian ya.
  2. Setelah sampai di tempat pengecekan fisik motor, petugas akan melakukan pengecekan fisik dan juga menggosok nomor mesin dan nomor rangka. Biasanya petugas udah tau lokasinya di mana, tapi jika tidak, riders kasih tau aja di mana letaknya.
  3. Ketika pengecekan motor diselesaikan oleh petugas, riders akan diberikan formulir yang sudah ditempelkan nomor mesin & nomor rangka untuk pengisian data yang sesuai dengan BPKB & STNK motor. (FAQ: Petugasnya dikasih berapa? Seikhlasnya aja bro… Biasanya IH liat orang nyelipin Rp 10,000)
  4. Setelah formulir selesai diisi, riders bisa menyerahkan formulir tersebut serta STNK asli pada petugas loket yang tidak jauh dari lokasi pengecekan fisik. Tunggu namanya dipanggil ya, tapi ingat, yang dipanggil adalah nama di STNK.
  5. Ketika dipanggil oleh petugas loket, riders akan diminta berkas-berkas seperti formulir cek fisik yang barusan didapat, STNK motor asli, fotokopi STNK motor, fotokopi BPKB motor, fotokopi KTP pemilik baru,dan kuitansi jual beli motor.
  6. Lalu riders akan diminta untuk menyerahkan BPKB motor asli dan kembali menunggu panggilan petugas (kali ini akan dipanggil dengan nama panggilan pemilik baru).
  7. Setelah menyerahkan BPKB asli, riders akan diberikan kembali formulir yang baru untuk diserahkan ke loket yang lain (sesuai perintah petugas dari loket yang satunya lagi)
  8. Ketika sudah dipanggil ke loket yang lain, riders akan mengembalikan formulir ke loket awal serta juga akan diberikan tagihan biaya administrasi balik nama dan juga pelunasan pajaknya.
  9. Setelah pembayaran tagihan balik nama diselesaikan, STNK dengan nama pemilik baru akan dikembalikan dan Anda juga harus mengurus BPKB asli dengan nama baru ke Polda setempat. Jangan lupa juga untuk menyimpan bukti pelunasan yang sudah di cap resmi guna kebutuhan di masa mendatang.
  10. Proses terakhir adalah pengambilan plat nomor motor yang baru jika domisili pemilik lama dan pemilik baru berbeda. Tapi jika dari daerah yang sama (contoh sama-sama di Jakarta Timur), maka tidak perlu cabut berkas dan ganti nomor motor.

Nah, kurang lebih begitu cara mengurus balik nama motor riders. Yang terpenting adalah mempersiapkan hal-hal wajib yang perlu di bawa ke Samsat untuk proses balik namanya.

Kalo misalkan lupa prosesnya, petugas di Samsat akan siap mengarahkan riders ke proses-proses berikutnya. Jadi jangan sungkan-sungkan nanya ke petugas kalo bingung ya.

Ada yang punya pengalaman mengurus balik nama motor sendirian tanpa calo atau “orang dalam”? Yuk share pengalamannya di sini!

Sebisa mungkin jangan gunakan calo ya riders, karena sebenarnya prosesnya itu mudah dan tidak menakutkan. Hanya saja terkadang orang-orang suka malas untuk mengurusnya sendiri (karena kadang-kadang harus ambil cuti). Enjoy and ride safely!

"Ride Outside, Write Insight" Pria kelahiran 13 Agustus 1990 ini memiliki hobi seputar motor dan juga blogging. Bekerja di dunia digital marketing juga membuat Arvy lebih senang mendalami content marketing. Sekarang ini, Arvy sedang menggunakan Suzuki GSX-R600 tahun 2008 sebagai motor "hobi"nya.

6 COMMENTS

  1. Gan, saya kan beli sepeda motor dari leasing, dan dikwitansi nya gk ada ditempel materai, hanya ada stempel nama toko dan no telp nya, dan disitu hanya ada tanda tangan pemilik toko… Kira2 bisa gak ya kwitansi nya ditunjukkan untuk balik nama?

  2. saia baru slesai urus bpkb, aman dan tdk ada pungli.. tp krn lg pemutihan, dan mungkin sdh naik, BBN sebesar Rp 225.000..
    utk lama pengurusan, krn habis dr samsat jaktim, dr jam 1 s/d jam stngh 4 langsung slesai dan di berikan bpkb baru..

    mantab.. mudah2an indonesia berjalan kearah yg lbh baik, siapa pun pemimpin nya..

    • mantap bro ga pake calo dan urus BPKB sendiri! 🙂 betul sekali tuh, semoga prosedurnya makin membaik, semoga makin cepat juga pengurusannya, siapa pun pemimpinnya 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here