Cara Memilih Oli Yang Benar

0

Hello riders, kembali lagi di Inside Helmet! Kali ini Inside Helmet akan membahas hal yang gak kalah penting biar jadi tambahan ilmu buat riders yang lagi kebingungan atau emang mau mengenal lebih dekat tentang oli motor dan mobil.

Cara Memilih Oli Motor

Secara kita hampir menggunakan motor atau mobil untuk kegiatan sehari-hari, pastinya kan enggak asing dengan apa itu oli, tapi secara singkat Inside Helmet pengen jelasin sedikit ya.

Oli itu adalah pelumas yang berfungsi untuk melumasi mesin supaya jalannya lebih lancar. Bayangkan part-part dalam kendaraan itu kan bergerak, gear itu berputar, kalo misalkan seret/aus pastinya pergerakan mesin jadi enggak lancar.

Nah, berhubung ini ngomongin oli, kali ini Inside Helmet akan membahas tentang jenis-jenis oli mesin yang mungkin terdengar asing di beberapa riders, termasuk Inside Helmet juga lho sebelum research tentang topik ini.

Kapan harus ganti oli

Sebenarnya, acuan yang terbaik untuk kapan harus mengganti oli kendaraan adalah bukan dari kilometer yang ditempuh dan juga bukan dari waktu antar pergantian oli, melainkan dari engine running hours.

Karena setiap kendaraan digunakan dengan cara yang berbeda, melewati jalan yang berbeda, dan melalui macet yang berbeda-beda juga. Tapi itu kan itung-itungannya susah ya, jadi berikut adalah basic standard yang bisa kalian ikuti:

  • Ukuran standar mobil: 5,000 – 10,000 km atau per 3 sampai 6 bulan
  • Ukuran standar motor: 2,000 – 4,000 km atau per 1 sampai 1.5 bulan
  • Biasanya beberapa bengkel memberikan rekomendasi kilometer berikutnya untuk oli harus diganti
  • Untuk kendaraan manual, mulai berasa susah ganti transmisi
  • Suara mesin dan transmisi terdengar kasar (biasanya untuk motor kopling basah)
  • Suhu mesin lebih (pada suhu kerja) lebih tinggi dari biasanya
  • Volume oli berkurang (oli menguap, oli bocor, oli up)

Fungsi oli motor & mobil

Jadi, semakin lama dan semakin modern, mesin kendaraan itu dirancang untuk semakin bertenaga, tapi agak bertolak belakang dengan design dan ukurannya yang lebih kecil supaya lebih ringkas.

Akibatnya, bagian internal atau bagian dalam mesin akan semakin menyempit yang menyebabkan mesin membutuhkan pelumas atau oli yang semakin canggih juga untuk mengimbangi kondisi mesin tersebut.

Oli ini pun bertugas sebagai pelicin yang bisa mengurangi gesekan antara komponen mesin kendaraan. Karena yang perlu diketahui, semakin lama komponen ini bergesekan, maka komponen ini juga lama kelamaan akan haus dan mengurangi tenaga kendaraan kita.

Apalagi kalo komponen-komponen ini kotor atau karatan, akan semakin mempercepat juga umur dari komponen atau gear di dalam kendaraan kita. Nah, oli juga menjadi sebuah “flush” bagi kotoran dan sebagai pembersih karat sehingga menghindari komponen kendaraan berhubungan langsung dengan air dan udara.

Selain sebagai proteksi bagi mesin, oli pun juga berfungsi sebagai pendingin mesin dari panas yang dihasilkan silinder dan komponen mesin, sebagai perapat antara komponen mesin yang berguna untuk mengurangi kebocoran kompresi ataupun tekanan dari hasil pembakaran.

Nah perapatan ini juga akhirnya bisa juga meredam suara getaran dan gerakan komponen-komponen dari piston .

Jenis-jenis oli motor & mobil

Dari jenis oli itu sendiri pun sebenarnya dibagi ke dalam 3 kategori besar dan dibagi dalam bahan baku yang digunakan dalam pembuatan oli, yaitu:

  • Oli Mineral — oli berbahan dasar (base oil) yang berasal dari minyak bumi yang sudah diolah dan ditambahkan zat – zat aditif demi peningkatan kemampuan dan juga fungsinya.
  • Oli Synthetic — oli berbahan dasar petroleum seperti ettylene, lalu diproses secara kimiawi demi menghasilkan angka viskositas yang sesuai dengan karakteristik mesin. Oli jenis ini relatif lebih stabil dan merupakan pelumas tipe terbaik. Untuk oli ini tidak direkomendasikan untuk mesin 2 tak ya.
  • Oli Semi-Synthetic — oli berbahan dasar campuran antara oli mineral dan synthetic yang bertujuan untuk memberikan pelumasan yang baik tapi dengan harga yang lebih murah dari Oli Full-Synthetic.
 Ganti Oli Moge Suzuki GSXR600 2008 Iron Horse Garage

Cara membaca kode oli

Nah, ada 2 kode terkait oli yang perlu riders ketahui nih, yang pertama adalah angka kekentalan yang dinyatakan dalam SAE (Society of Automotive Engineers), dan yang kedua adalah angka kegunaan yang dinyatakan dalam API (American Petroleum Institute).

Yang pertama-tama kita bahas dulu untuk yang SAE ya, karena ini yang paling umum dan paling gampang dimengerti.

SAE (Society of Automotive Engineers)

SAE ini sebenarnya yang sering riders temukan di botol-botol oli pada umumnya yang memiliki kode contohnya 15W-30 atau 5W-40 di mana angka bagian depan yang memiliki huruf W (Winter) menandakan tingkat kekentalan pada suhu oli dingin dan angka di belakangnya menandakan tingkat kekentalan pada suhu oli panas.

Alasan diberikan pembedaan pada angka-angka ini tentunya bukan menjadi patokan oli mana yang lebih bagus, tetapi lebih kepada seberapa kental oli tersebut pada cuaca di mana motor ini digunakan.

Jadi semakin encer oli tersebut (angka semakin rendah) bukan berarti semakin bagus lho ya. Kalo ngomongin lebih bagus yang mana, itu lebih mengarah ke jenis oli yang digunakan (Semi-Synthetic atau Synthetic).

Memilih oli di daerah dingin

Kalau misalkan riders tinggal di daerah pegunungan yang notabene pagi harinya sangat dingin, maka disarankan untuk menggunakan oli dengan kekentalan yang lebih rendah seperti 5W-30 jika sangat dingin atau 10W-30 jika tidak terlalu dingin.

Fungsi oli encer pada daerah yang dingin adalah untuk memastikan ketika awal menyalakan kendaraan, oli dapat dengan mudah melumasi mesin dalam keadaan (sangat) dingin dan memberikan perlindungan saat mesin sudah mencapai suhu kerja.

Oli yang terlalu kental malahan bisa menjadi padat atau membeku dalam udara dingin sehingga membuat kendaraan kita tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya (crankshaft terhambat).

Memilih oli di daerah sedang/panas

Kalo riders tinggal di kota, seperti Jakarta contohnya, maka disarankan untuk menggunakan oli dengan kekentalan yang lebih tinggi seperti 10W-40 atau 15W-30.

Nah untuk kasus di daerah ini, bukan berarti pemilihan oli yang semakin encer itu semakin baik ya. Oli terlalu encer otomatis jadi terlalu “licin”, sehingga dapat beresiko terjadinya “oil up” atau yang dimaksud dengan oli bisa naik ke ruang pembakaran dan membuat knalpot menjadi ngebul.

Selain itu, oli yang terlalu encer jika digunakan di daerah panas dapat mengurangi efektifitas dari kinerja mesin terbebut juga.

Memilih oli dari jenis kendaraan

Nah untuk dari jenis kendaraan itu sendiri, baiknya jika kapasitas mesin yang lebih kecil (seperti kasusnya kalo di motor yang di bawah 250cc), baiknya menggunakan oli yang lebih encer (tapi kembali lagi liat dari segi suhu udara daerah ya) seperti SAE 10W-30.

Untuk kendaraan dengan kapasitas mesin lebih besar (seperti motor di atas 250cc), baiknya menggunakan oli yang lebih kental seperti SAE 10W-40 atau SAE 5W-40

Kalo misalkan kendaraannya sudah lebih tua dari 5 tahun, baiknya menggunakan oli yang lebih kental. Contohnya awalnya menggunakan SAE 10W-30, mungkin setelah 5 tahun baiknya menggunakan SAE 10W-40. (Sumber Bagian Ini: Kompas)

API (American Petroleum Institute)

Jujur kalo Inside Helmet ga tau banyak soal API ini, tapi menurut beberapa sumber yang Inside Helmet baca, API itu standarisasi oli dunia yang digunakan sebagai sertifikasi kualitas oli. Nah, si API ini sendiri sebenarnya adalah lembaga penguji yang berada di negara Eropa dan Amerika.

Berbeda dengan SAE, API membedakan kode pada mesin yang menggunakan bensin dan mesin yang menggunakan diesel. Untuk mesin bensin, API menggunakan huruf S, sedangkan diesel menggunakan huruf C.

Pada umumnya, kode oli yang ada pada mesin bensin adalah: SA, SB, SC, SD, SE, dan SF. Dan pada mesin diesel, kode oli yang ada pada mesin adalah CA, CB, CC, dan CD.

Maksud daripada kode tersebut mempengaruhi penggunaan oli mesin. Kalo misalkan huruf keduanya semakin tinggi, makan oli digunakan untuk mesin-mesin yang bekerja lebih berat.

Selain dari itu, fungsi huruf yang belakang juga bisa menandakan kualitas dari oli. Jika hurufnya lebih tinggi, artinya oli sudah memenuhi standar dari oli sebelumnya (huruf lebih rendah).

Cara memilih oli yang benar

Nah untuk cara memilih oli yang benar, tinggal mengikuti saja dari kode SAE yang sudah dijelaskan di atas ya (mungkin yang API lebih jarang digunakan). Kembali lagi, lihat dulu kondisi suhu tempat motor digunakan dan juga jenis motor atau mobil yang digunakan itu apa.

Karena mungkin saja di tempat yang sama, beda motor/mobil, beda cc, dan beda tipe bisa menggunakan oli yang berbeda juga tergantung dari karakteristik motor tersebut.

Ya, paling bener sih liat manual book-nya atau browsing di Google untuk tipe motor atau mobil yang riders gunakan itu apa. Tips dari Inside Helmet sih jangan suka merubah-rubah standard yang sudah diberikan pabrikan ya. Karena mereka yang bikin mesin, mereka yang tau yang terbaik yang mana. 😛

Atau kalo misalkan riders lagi ke bengkel, ya ditanya aja sama mekaniknya untuk rekomendasi oli yang harus digunakan itu apa.

Begitulah kurang lebih pembahasan kita tentang oli di postingan kali ini. Bagi kalian yang punya pengalaman di seputar oli atau punya informasi tambahan (atau koreksi), monggo yuk diskusi di bagian komen ya!

"Ride Outside, Write Insight" Pria kelahiran 13 Agustus 1990 ini memiliki hobi seputar motor dan juga blogging. Bekerja di dunia digital marketing juga membuat Arvy lebih senang mendalami content marketing. Sekarang ini, Arvy sedang menggunakan Suzuki GSX-R600 tahun 2008 sebagai motor "hobi"nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here