5 Cara Anak Di Bawah Umur Bisa Naik Motor di Indonesia

0
Anak di bawah umur naik motor
Oh tidak! Yang pasti bukan yang begini riders! 😛 | Sumber: Dishub Jabar

Naik motor udah bukan lagi suatu sekedar alat transportasi buat beberapa orang, tapi riders seperti Inside Helmet udah menganggap ini adalah aktivitas yang bisa membuat kita senang alias hobi.

Namun sudah jelas juga, bahwa hobi naik motor sudah terkenal bahayanya. Dari (amit-amit ya riders) jatuh atau tabrakan yang bisa menyebabkan luka ringan, luka parah, ataupun kematian (sekali lagi amit-amit).

Faktanya, sudah tidak asing lagi di Indonesia jika kita sering melihat anak di bawah umur yang sudah membawa motor di jalan raya tanpa memikirkan resiko yang dapat terjadi. Biasanya orang tua memiliki alasan kalo mereka “sayang anak”.

Saking sayangnya, enggak jarang juga anak yang belum cukup umur untuk memiliki SIM sampe bisa mengendarai motor berkapasitas 150cc – 250cc di jalan raya! Sayang sih sayang, tapi memberikan sesuatu yang bisa mencelakakan anaknya sih gimana ya…

Tapi sebenarnya, apakah ada cara biar anak-anak tetapi bisa membawa motor di Indonesia?

Sayang Anak Sayang Anak…

Belajar Dari Mainan Motor Listrik

Biker muda dengan BMW S1000RR listrik! | Sumber: Play and Buy UK

Ini adalah cara yang bisa dimulai oleh anak-anak jika mereka ingin belajar mengendarai motor. Kini model mainan motor listrik ini pun sudah berbagai macam dari BMW S1000RR, BMW GS1200, hingga motor trail.

Rata-rata anak yang main pun sekitar umur 5 tahun, jadi khususnya untuk mainan motor listrik kurang cocok digunakan oleh anak SD apalagi anak SMP. Mainan ini bisa dibeli ataupun disewa di beberapa mall di Indonesia.

Minibike – Biar Mini, Tapi Fun!

Solusi lainnya jika anak-anak tetap mau naik motor yang bukan sekedar mainan adalah dengan menggunakan minibike. Minibike ini adalah motor 2 tak yang biasanya berbentuk motor sport yang sangat kecil hinggal anak kecil pun bisa mengendarainya.

Tapi jangan salah, minibike begini juga bisa digunakan oleh orang dewasa. Wong Anjani Racing sampe bikin kejuarannya alias MiniGP!

Yang pasti selain dari umur anak yang belum cukup, motor minibike tidak dapat digunakan di jalan raya karena tidak memiliki surat dan plat nomor yang resmi. Setidaknya masih bisa digunakan di dalam komplek tertutup, lapangan yang sepi, ataupun di sirkuit-sirkuit kecil.

Motor 150cc? Sepertinya Bisa Saja!

Balapan Resmi Motor 150cc Untuk Anak di Bawah Umur | Sumber: Motor Expertz

Nah lho, tadi bahas tentang sayang anak sampe dibeliin motor 150cc / 250cc, tapi kenapa di sini dibilang bisa kasih ke anak?

Taukah Anda bahwa kejuaraan balap motor 150cc resmi di Indonesia (saya kurang yakin kalo yang 250cc) juga diikuti oleh anak-anak yang sebenarnya belum punya SIM motor? Yep, ada lho! Yang menarik di sini adalah dilakukan bukan di jalan raya!

Dan anak-anak yang mengikutinya pun bukan anak-anak sembarangan, riders. Melainkan anak-anak yang dilatih sebagaimana mustinya menjadi seorang pembalap profesional oleh pelatihnya masing-masing.

Jadi, sebenarnya bisa kok kalo anak-anak di bawah umur itu bawa motor di Indonesia. Tapi yang menjadi hal yang sering dilupakan adalah, anak di bawah umur (ataupun orang yang belum memiliki SIM) dilarang untuk mengendarai motor di jalanan umum.

Tidak sedikit lho angka kecelakaan yang terjadi karena anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor. Ini yang benar-benar disayangkan kenapa orang tua rata-rata membiarkan anaknya membawa motor di jalan umum.

Bayangkan saja, rata-rata pada setiap tahunnya sekitar 4,000 angka terhitung untuk jumlah kecelakaan yang dialami oleh anak-anak di bawah umur tersebut!

Sayang Anak… Toh Dia Udah Jago…

Yah, inilah mind set yang harus segera diubah sebelum terlambat. Nyesel lho (amit-amit) ketika musibah itu datang karena kelalaian kita sebagai orang dewasa dan orang tua.

No, you do not want this! 🙁

Jika memang si anak menunjukkan interest-nya dalam dunia otomotif terutama motor, alangkah baiknya ini diarahkan dengan proses yang benar.

Apa saja proses yang baik dan benar untuk diajarkan kepada si calon riders di bawah umur ini?

  1. Edukasi pentingnya safety riding dari penggunaan safety gear hingga etika berkendara yang baik dan benar
  2. Edukasi resiko yang bisa terjadi, karena mereka juga harus bisa memahaminya. Menakutkan? Ya, mereka harus paham akan “ketakutan” ini, dan jika mereka benar-benar niat, mereka akan belajar untuk mengalahkan rasa takut itu dengan benar.
  3. Jika Anda tidak mengerti cara mengajarkan naik motor kepada anak, carilah orang yang berpengalaman dan mengerti tata cara mengendarai motor yang baik dan benar.
  4. Mulailah dari motor terkecil, 50cc? No problem! Itu adalah start yang baik.

Begitulah riders, beberapa info yang bisa Inside Helmet sampaikan. Sedih rasanya ketika saya melihat anak-anak di bawah umur yang bisa dengan bebasnya naik motor di jalan raya.

Rata-rata mereka mengendarai motor tanpa gear yang benar, berkendara bertiga di atas satu motor, dan juga belum paham rambu-rambu lalu lintas dengan benar.

Jangan sampai generasi muda kita terancam keselamatannya karena kelalaian kita. Jangan sampai juga sifat seperti ini dibawa oleh mereka hingga dewasa, karena maut tidak pernah mengenal umur. 🙂 Enjoy and Ride Safely!

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

“Ride Outside, Write Insight”

Pria kelahiran 13 Agustus 1990 ini memiliki hobi seputar motor dan juga blogging. Bekerja di dunia digital marketing juga membuat Arvy lebih senang mendalami content marketing. Sekarang ini, Arvy sedang menggunakan Suzuki GSX-R600 tahun 2008 sebagai motor “hobi”nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here