Salam Riders atau Biker Wave, Apa Itu?

0

Apa itu salam riders / bikers wave

Hello riders! Akhirnya pulang juga ke tanah air Indonesia dan sempet nulis lagi di sini. Nahh, maka dari itu, mari kita bahas tentang salam riders atau bikers wave yang sebenernya pernah dibahas di Inside Helmet, tapi waktu itu masih pake bahasa Inggris. Mumpung kontennya udah berubah ke Bahasa Indonesia, saya akan coba jelaskan ulang memang itu apa, bentuknya seperti apa, lalu kapan sebaiknya tidak melakukan biker wave (salam riders)

Apa Itu Salam Riders?

Rata-rata riders atau bikers (pick one, for me its the same) memiliki motor tidak hanya untuk dikendarai saja sebagai alat transportasi, tapi menganggap bahwa motor mereka adalah passion/hobi yang mereka senangi. Ada yang rela mengeluarkan uang lebih tapi ada juga yang suka dengan hal-hal simple, walau yang pasti keduanya memiliki passion dalam motor. Karena saling memiliki sifat dan passion tersebut, maka biasanya riders pun menghargai orang lain yang memiliki passion yang sama. Dalam hal ini seperti perkataan “Two Wheels One Soul“, salam atau sapaan riders bisa juga dikatakan sebagai rasa saling respect satu sama lainnya. Yes, respect! Ain’t that cool? 😀

Respect

Kalo di Indonesia sendiri pun, beberapa riders juga saling menyapa. Kemungkinan memberikan sapaan itu biasanya lebih tinggi jika menggunakan jenis motor yang sama, brand motor yang sama, ataupun helm yang sama. Tapi kalo lagi naik motor sehari-hari ke kantor, enggak mungkin juga kan kita kasih salam satu-satu ke semua pengendara motor di Jakarta? Hahaha.

Pada dasarnya salam riders itu dilakukan untuk menyapa seperti salam pada umumnya, tapi bagaimana sih bentuk-bentuk salam riders/bikers itu? Yuk cek gesture tangannya di bawah ini (nama-nama hanya karangan saja untuk mempermudah).

(Photo source: http://cruiser.mototribe.com/discuss/secret-motorcycle-wave-primarily-noobs)

Jenis-Jenis Salam Riders atau Bikers Wave

1. The Low Finger

The Two Finger

Teknik berikut ini agak sulit kelihatan bila kita tidak jeli melihat riders lain tetapi dapat dilakukan dengan mudah. Jadi intinya adalah tangan yang ingin memberi salam tetap pada handle bar sehingga riding pun tetap terjaga, sambil menggunakan jari-jari (biasanya jari untuk peace) sebagai salam.

2. The Low Finger Straight Out

The Two Finger Straight Out

Teknik ini agak mirip dengan The Low Finger Flip, tapi bedanya adalah tangan yang memberikan salam tidak memegang handle bar lagi, tetapi tangan tersebut diluruskan keluar sehingga biasanya lebih keliatan dari salam yang pertama.

3. The Big Wave

The Big Wave

Teknik ini adalah teknik yang paling keliatan sama riders lain, karena kita melambaikan tangan (high-five) kepada riders lain.

4. The Nod

Teknik ini adalah yang paling mudah dan paling aman dilakukan, tetapi paling sulit dilihat oleh riders lain. Dengan pandangan kepala sedikit ke arah riders yang ingin di sapa, kita melakukan ‘nodding’ atau mengangguk kepada riders tersebut.

Kapan Sebaiknya Tidak Melakukan Biker Wave?

Riding di Monasco (Monas Cornering)

Memberikan biker wave kepada riders lain memang menyenangkan (apalagi kalo dibales sama mereka kaann), tapi jangan sampai karena keadaan / kondisi yang kurang mendukung malah jadi bikin kecelakaan! Apa aja sih waktu yang enggak direkomendasikan untuk saling memberikan riders / bikers wave tersebut? (setidaknya cukup berikan The Nod kepada riders lainnya)

1. Saat jalanan ramai

Ini adalah saatnya berkonsentrasi penuh pada jalanan di depan kalian riders. Namanya juga jalan di Jakarta, bisa-bisa aja tiba-tiba ada mobil atau motor yang belok tanpa lihat-lihat atau memberikan tanda sein. Kalo kondisi aman, silakan memberikan salam, jika terlalu ramai dan semerawut, lebih baik tetap berkonsentrasi atau setidaknya berikan “The Nod”.

2. Saat di belokan

Mungkin pernah liat di video stunt ada yang bisa ini itu dengan motornya mereka. Tapi ingat-ingat dulu, bahwa mungkin kita belum siap seperti itu, malah bisa-bisa jadi kecelakaan. Saat belok pun, tetaplah berkonsentrasi pada jalanan dan pandangan pun jangan sampai buyar.

3. Saat gelap atau hujan

Di malam hari biasanya sudah sulit bagi riders memberikan salam, terutama jika melewati jalan yang terlalu gelap dengan sedikit penerangan. Hujan pun seperti itu, lebih baik kita lebih berkonsentrasi penuh ke jalanan.

4. Saat macet

Terkadang untuk mau jalan atau belok pun sudah sulit, sebaiknya tangan kita tetap berkonsentrasi pada jalanan, daripada tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau malah dibentak-bentak sama pengendara lainnya di belakang karena kita menyita sedikit waktu mereka. Hehe. 😛

Beberapa Kemungkinan Mengapa Riders Lain Tidak Membalas Salam Riders

Nahh, walaupun terkadang jalanan udah aman dan kita memberikan biker wave kepada riders lain, ada kemungkinan mereka juga enggak kasih salam balik. Bukannya mereka itu sombong atau gimana, tapi mungkin bisa jadi karena alasan-alasan di bawah ini:

1. Terhalang kendaraan atau benda lain

2. Mungkin kita yang tidak melihat balasan mereka

3. Mungkin riders tersebut belum mengerti soal salam riders atau biker wave

Source: http://www.visordown.com/features/lunchtime-debate-to-nod-or-not-to-nod/16306.html
Source: http://www.visordown.com/features/lunchtime-debate-to-nod-or-not-to-nod/16306.html

Jadi, jangan langsung jadi bete ya riders! Haha. Semoga aja artikel ini malah jadi ngebantu mereka-mereka yang belum tau atau lagi penasaran soal info tentang salam riders / biker wave. Tapi dengan bikers wave ataupun tidak, menjaga respect satu sama lain dengan bentuk apapun adalah hal yang paling penting. Tell us what you think at the comment section below atau boleh juga share pengalaman kalian soal salam bikers ini! Enjoy and Ride Safely!

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here