Apa itu Chicken Strip? Tapi Bukan Makanan!

2

Chicken strip yang akan dibahas kali ini bukan lah makanan yang mungkin disukai oleh para riders ­čśŤ melainkan chicken strip yang ada pada ban motor. Mungkin nama tersebut┬ámerupakan istilah yang belum sering digunakan oleh para riders di Indonesia.

Jadi, chicken strip itu sebenarnya apa? Seperti apakah bentuknya pada ban motor kita? Chicken strip adalah suatu bagian pada ban yang belum terpakai, dan belum terpakai di sini artinya adalah bagian ban tersebut belum menyentuh jalanan saat kita sedang riding / cornering. Lalu kenapa bisa disebut sebagai chicken strip? Padahal tidak ada mirip-miripnya dari segi bentuk dan juga karakteristik dengan makanan yang enak itu.

Dari Mana Istilah Itu Muncul?

Istilah ini cukup terkenal dikalangan riders asal Amerika Serikat, dan ini biasanya digunakan untuk menunjukkan bukti bahwa riders tersebut cukup jago dengan teknik ridingnya. Semakin tipis (atau bahkan habis) chicken strip, maka image seorang rider pun dianggap jago riding atau cornering. Kata chicken itu sendiri di USA berarti seseorang yang tidak berani, dan kata strip adalah garis yang terdapat pada bagian ban tersebut yang tidak terpakai. Jadi, sering kali digunakan untuk nge’ceng’in kalau rider tersebut kurang berani atau jago saat riding┬ákarena memiliki chicken strip.

Chicken Strip ban motor bagian belakang

Apakah penting untuk memikirkan chicken strip pada motor kita?

Pada dasarnya, chicken strip hanyalah bagian pada ban yang tidak terpakai, dan bukan dijadikan bahan untuk membully rider-rider lainnya. Karena bagaimanapun juga, setiap riders memiliki caranya┬ámasing-masing bukan? ­čÖé Boleh dibilang ini bisa dipakai untuk sesuatu yang fun, atau juga menjadi patokan┬áseberapa jauh riders bisa merebah saat cornering. Menghilangkan chicken strip bukanlah sesuatu yang wajib, karena safety dan juga kenyamanan dalam riding tetap menjadi hal yang paling penting dan tetap gunakan safety riding gear!

Chicken strip bisa hilang bukan dari hasil memaksakan dalam merebahkan motor, tetapi dari confidence (percaya diri) saat cornering. From confidence, comes the lean angle. Yang penting mengerti bagaimana cara kerja motor, jadi tau juga harus apa saat cornering agar menjadi lebih percaya diri.
– Jonathan Frangky

 

Arvy Este
Founder and Writer of Inside Helmet
Motorcycle Blog and Vlog Indonesia
Ride Outside, Write Insight

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here